24 Oktober 2009
Konsep Bedah Otak Pemimpin Ulung
Berdisiplin, Bertindak, Berpikir
Pada apa yang benar.........
Apa yang benar .................
adalah Kejujuran,berkeikhlasan, berketulusan pada Abdi Karya
Berdisiplin, Bertindak, Berpikir
Bukan pada Siapa yang benar.............
Siapa yang benar ...............................
Adalah kekuasaan, berkeangkuhan, berserakahan
Yang menggerus habis-habisan
Brankas uang negara dan Perusahaan Milik Negara
Kinerja = Keberanian + Tindak lanjut
Kinerja = Keberanian + Tanggung Jawab
05 Oktober 2009
WAJIB HUKUMNYA BELAJAR ILMU EKONOMI
Pada saat gw di STM Elektro, sempat gw dapat pelajaran Pengantar Ekonomi Koperasi yang isinya menjelaskan tentang prinsip-prinsip Ekonomi pada umumnya, terus terang setiap ada pelajaran ini gw gak suka, karena pada saat itu terpikir di benak gw adalah masa sech STM harus belajar ilmu ekonomi. Lalu hal inipun berlanjut pada saat gw duduk di bangku kuliah D3 Manajemen Informatika UPN Veteran Jakarta, ternyata gw juga menemui Mata kuliah Pengantar Ekonomi 1 dan Pengantar Akuntansi 1, dalam hati gw berfikir (Emangnya gak ada lagi apa ? Mata kuliah yang berbobot, masa mata kuliah ekonomi, menyelinap masuk pada Kurikulum Manajemen Informatika).
Sebenarnya sich sepele banget kenapa gw gak suka mata kuliah tersebut dikarenakan :
Sebenarnya sich sepele banget kenapa gw gak suka mata kuliah tersebut dikarenakan :
- Kelihatan gak macho, harus belajar ilmu ekonomi.
- Teori Probabilitasnya yang bikin gw pusing.
- Perhitungan neraca yang selalu memakai contoh soal dengan angka yang berjuta-juta, tapi eloe cuma disuruh menghitung angkanya saja (Mungkin kalau ngitung uang beneran, bisa bikin semangat bukan/malah bikin eloe tambah pusing kalau ketemu selisih penerimaan dan pengeluaran).
Sampai saking phobianya gw dengan mata kuliah tersebut, membuat gw jarang mengikuti perkuliahannya, mending gw ngobyek aja dech kerja sambilan, dibanding gw masuk perkuliahan yang bikin gw pusing, begitu yang selalu terlintas di benak gw saat itu.
Oleh karena itu setiap mata kuliah tersebut sudah bisa dipastikan gw lebih sering nitip absen ke teman-teman, sebagai kompensasinya gw harus bayarin makan siang setiap gw dapat obyekan. Hal ini membawa dampak buruk buat gw pribadi karenanya gw jadi tambah gak mengerti mata kuliah tersebut wah....wah...wah...............
pada suatu saat ujian Finalpun datang, dengan waktu hanya 1.5 jam, gw harus menyelesaikan contoh kasus Akuntansi lengkap dengan Balance Sheet serta mengurutkan Chart of Accountnya. Dengan PD-nya gw kerjain tuch soal hingga selesai, gak kepikir hasilnya kayak apa.
Kira-kira 2 minggu setelah Final Test berakhir, teman-teman sepakat buat nemuin tuch dosen biar kita-kita diperhatiin (Hitung-hitung ngelobi dulu, biar nggak mengulang mata kuliah tersebut tahun depan he...he....he....) lalu kami semua coba datang ke rumahnya dengan menjinjing Salak Pondoh kesukaan beliau, yang kita beli rame2x guna menyuap tuch dosen (he...he...he... belajar jadi kriminal kecil-kecilan).
Setelah Ba'da Maghrib, kita coba masuk kerumah tuch dosen, dengan wajah yang penuh arti dan pengharapan disertai sejinjing Salak Pondoh, kebetulan diapun sempat melihat Salak Pondoh yang kita bawa, tapi dasar teman2x, cuek bener masih belum mau nyerahin Salak Pondoh ke dosen tersebut. Dengan alasan belum melihat hasil nilai ujian mereka, dan pada akhirnya dosen tersebut membacakan Rekap Nilai Ujian kami, dan membagikan hasilnya.
Sungguh diluar dugaan ternyata nilai Final Test gw lebih tinggi dibanding teman-teman, sempat mereka berkomentar "Cong loe khan jarang masuk kuliah, tapi kok nilai Final Test loe bagus ?", jangankan mereka gw sendiri aja bingung ha...ha....ha.... aneh bin ajaib. Ternyata kejadian aneh dan lucu itupun, bukan hanya sampai disitu saja ternyata Salak Pondoh yang rencananya mau kita kasih ke dosen tersebut, pada akhirnya dibawa pulang sama anak-anak gak jadi dikasih .............ha....ha....ha..... kocak banget..........
Akhirnya setelah sekian lama gw lulus dari Fakultas Komputer baru gw menyadari, bahwasanya Ilmu Ekonomi sangatlah vital, karena ilmu ini dapat diterapkan di berbagai aspek kegiatan baik di dunia IT, Kedokteran, Teknik, Hukum, Sosial dan lain-lain. Jadi buat siapa saja yang saat ini sedang menekuni bidang apapun, ada baiknya anda mencoba untuk belajar Ilmu Ekonomi, yang nantinya kelak ilmu itu akan membantu kalian di kemudian hari.
Semoga bermanfaat
Ram Syamsul Yulias
http://www.rampunjadi.com
Baca Artikel ini : Alumni 1998 UPN Veteran Jakarta, Joker,Jenggot,Iwan, Lijon de..el..el
Oleh karena itu setiap mata kuliah tersebut sudah bisa dipastikan gw lebih sering nitip absen ke teman-teman, sebagai kompensasinya gw harus bayarin makan siang setiap gw dapat obyekan. Hal ini membawa dampak buruk buat gw pribadi karenanya gw jadi tambah gak mengerti mata kuliah tersebut wah....wah...wah...............
pada suatu saat ujian Finalpun datang, dengan waktu hanya 1.5 jam, gw harus menyelesaikan contoh kasus Akuntansi lengkap dengan Balance Sheet serta mengurutkan Chart of Accountnya. Dengan PD-nya gw kerjain tuch soal hingga selesai, gak kepikir hasilnya kayak apa.
Kira-kira 2 minggu setelah Final Test berakhir, teman-teman sepakat buat nemuin tuch dosen biar kita-kita diperhatiin (Hitung-hitung ngelobi dulu, biar nggak mengulang mata kuliah tersebut tahun depan he...he....he....) lalu kami semua coba datang ke rumahnya dengan menjinjing Salak Pondoh kesukaan beliau, yang kita beli rame2x guna menyuap tuch dosen (he...he...he... belajar jadi kriminal kecil-kecilan).
Setelah Ba'da Maghrib, kita coba masuk kerumah tuch dosen, dengan wajah yang penuh arti dan pengharapan disertai sejinjing Salak Pondoh, kebetulan diapun sempat melihat Salak Pondoh yang kita bawa, tapi dasar teman2x, cuek bener masih belum mau nyerahin Salak Pondoh ke dosen tersebut. Dengan alasan belum melihat hasil nilai ujian mereka, dan pada akhirnya dosen tersebut membacakan Rekap Nilai Ujian kami, dan membagikan hasilnya.
Sungguh diluar dugaan ternyata nilai Final Test gw lebih tinggi dibanding teman-teman, sempat mereka berkomentar "Cong loe khan jarang masuk kuliah, tapi kok nilai Final Test loe bagus ?", jangankan mereka gw sendiri aja bingung ha...ha....ha.... aneh bin ajaib. Ternyata kejadian aneh dan lucu itupun, bukan hanya sampai disitu saja ternyata Salak Pondoh yang rencananya mau kita kasih ke dosen tersebut, pada akhirnya dibawa pulang sama anak-anak gak jadi dikasih .............ha....ha....ha..... kocak banget..........
Akhirnya setelah sekian lama gw lulus dari Fakultas Komputer baru gw menyadari, bahwasanya Ilmu Ekonomi sangatlah vital, karena ilmu ini dapat diterapkan di berbagai aspek kegiatan baik di dunia IT, Kedokteran, Teknik, Hukum, Sosial dan lain-lain. Jadi buat siapa saja yang saat ini sedang menekuni bidang apapun, ada baiknya anda mencoba untuk belajar Ilmu Ekonomi, yang nantinya kelak ilmu itu akan membantu kalian di kemudian hari.
Semoga bermanfaat
Ram Syamsul Yulias
http://www.rampunjadi.com
Baca Artikel ini : Alumni 1998 UPN Veteran Jakarta, Joker,Jenggot,Iwan, Lijon de..el..el
01 September 2009
Pendidikan & Penghasilan Bermusik
Sekitar tahun 1989-2000 saat gw terjun di dunia musik, dimana alat musik yang selalu gw mainkan adalah Electone/Organ, Keyboard dan Piano Elektrik. Mungkin bagi kebanyakan anak muda pada saat itu lebih suka memainkan Gitar/Drum, karena terkesan lebih Macho, dibandingkan memainkan Electone, Keyboard dan Piano Elektrik yang terkesan lebih Feminim.
Awalnya sich gara-gara sepupu gw juga, namanya Kintano Riza yang mengikuti pelatihan di Yamaha Musik Indonesia yang beralamat di jalan Bumi jakarta, pada saat dia memainkan lagu-lagu seperti Love Story, Let It Be, Viva America de..el....el....., yang membuat gw takjub pada saat itu, dia memainkan Electone tersebut dengan melihat Partiture Lagu yang isinya bertuliskan not-not balok dan tangan kanan kirinya lincah bermain di tuts-tuts Electone, serta kaki kirinya lincah menginjak pedal bas Electone dan sekali-sekali kaki kanannya mengatur naik turunnya nada tanpa melihat sedikitpun apa yang ditekan (dalam hati gw berfikir, keren juga nich sesuatu hal yang baru).
Selang gak berapa lama gw coba mengikuti jejaknya dengan mengikuti pelatihan musik tersebut, gw pilih yang didaerah Jakarta Selatan di jalan Bumi pertama kali belajar asik juga, gw diperkenalkan dengan namanya not balok dan 2 kunci C & G, seperti biasa setelah bermain musik selalu ada Pekerjaan rumah yang dibawa pulang untuk dipelajari.
Berhubung waktu itu gw sendiri belum punya electone, yach gw coba mengerjakan Pekerjaan rumah tersebut di rumah sepupu gw itu. Setiap hari sabtu gw selalu datang ke rumahnya, hingga pada akhirnya gw sendiri punya alat electone juga, yang dibeli oleh bokap gw merknya Hammond ( produk electone buatan Jerman), suaranya mantap banget... udah pake Surround and bisa ngerekam lagi.
Dalam mengikuti pelatihan di Yamaha Musik Indonesia memang membutuhkan waktu yang lama, dimana pada saat awal masuk biasanya siswa , masih belum masuk tahapan grade, karena siswa diwajibkan mengikuti mengikuti ujian kenaikan grade dimana grade dasar adalah grade 13 adapun tahapan grade yang pernah gw lalui adalah sebagai berikut :
Ram Syamsul Yulias http://www.rampunjadi.com
Awalnya sich gara-gara sepupu gw juga, namanya Kintano Riza yang mengikuti pelatihan di Yamaha Musik Indonesia yang beralamat di jalan Bumi jakarta, pada saat dia memainkan lagu-lagu seperti Love Story, Let It Be, Viva America de..el....el....., yang membuat gw takjub pada saat itu, dia memainkan Electone tersebut dengan melihat Partiture Lagu yang isinya bertuliskan not-not balok dan tangan kanan kirinya lincah bermain di tuts-tuts Electone, serta kaki kirinya lincah menginjak pedal bas Electone dan sekali-sekali kaki kanannya mengatur naik turunnya nada tanpa melihat sedikitpun apa yang ditekan (dalam hati gw berfikir, keren juga nich sesuatu hal yang baru).
Selang gak berapa lama gw coba mengikuti jejaknya dengan mengikuti pelatihan musik tersebut, gw pilih yang didaerah Jakarta Selatan di jalan Bumi pertama kali belajar asik juga, gw diperkenalkan dengan namanya not balok dan 2 kunci C & G, seperti biasa setelah bermain musik selalu ada Pekerjaan rumah yang dibawa pulang untuk dipelajari.
Berhubung waktu itu gw sendiri belum punya electone, yach gw coba mengerjakan Pekerjaan rumah tersebut di rumah sepupu gw itu. Setiap hari sabtu gw selalu datang ke rumahnya, hingga pada akhirnya gw sendiri punya alat electone juga, yang dibeli oleh bokap gw merknya Hammond ( produk electone buatan Jerman), suaranya mantap banget... udah pake Surround and bisa ngerekam lagi.
Dalam mengikuti pelatihan di Yamaha Musik Indonesia memang membutuhkan waktu yang lama, dimana pada saat awal masuk biasanya siswa , masih belum masuk tahapan grade, karena siswa diwajibkan mengikuti mengikuti ujian kenaikan grade dimana grade dasar adalah grade 13 adapun tahapan grade yang pernah gw lalui adalah sebagai berikut :
- Grade 13 Level 1
- Grade 12 Level 2
- Grade 11 Level 3
- Grade 10 Level 4
- Grade 9 Level 5
- Grade 8 Level 6
- Grade 7 Level 7
- Grade 6 Level 8
- Grade 5
- Grade 4
- Grade 3
- Memainkan 4 lagu bebas pada saat itu gw memainkan lagu-lagu From Rusia With Love (007), Alice In Wonderland, Hearts Beat Shower, Winter Games dan yang terakhir 1 buah lagu klasik karangan Bach, disini gw sukses memainkannya.
- Bagian Improvisasi, disini anda dihadapkan untuk berimprovisasi dalam memainkan lagu yang sudah ditentukan. Dalam tahap ini gw sukses memainkannya.
- Sight playing di tahap inilah yang bikin gw gagal untuk mendapatkan Grade 5, disini anda dihadapkan 2 buah partitur lagu yang agak asing buat gw, karena kita diharuskan memainkan lagu tersebut sebersih mungkin dan tidak boleh ada kesalahan sama sekali dalam memainkannya. Sampai 2 kali gw mengikuti ujian tersebut, hasilnya sama juga, semuanya jatuh di Sight Playing, he...he...he... gak bakat jadi musisi kali....., padahal kalau lulus di grade 5 untuk bisa menjadi guru musik Yamaha sudah terbentang lebar.
Ram Syamsul Yulias http://www.rampunjadi.com
26 Agustus 2009
GO TO HELL MALAYSIA
Masih menyisakan pertanyaan di benak gw tentang Pulau Ligitan dan Ambalat yang diakui Malaysia sebagai batas wilayahnya, serta permasalahan Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia yang selalu mewarnai Headlines di berita-berita surat kabar, kali ini berita yang tidak kalah panasnya tentang Klaim Malaysia terhadap kebudayaan Tari Pendet dari Pulau Dewata Bali, yang menggugah gw untuk menerbitkan blog ini sebagai rasa solidaritas cinta pada tanah air (Nasionalisme) serta sebagai bentuk protes keras terhadap Malaysia yang tanpa rasa malunya mengakui kebudayaan Indonesia pada iklan pariwisatanya Truly Asia, yang menggambarkan bahwasanya dengan datang ke Malaysia turis-turis asing akan mendapatkan pengalaman wisata yang lengkap, terbukti dengan ditampilkannya tari pendet dalam iklan tersebut dan konon iklan Truly Asia ini telah dijual dan disiarkan di Discovery Channel.
Sebenarnya hal ini bukanlah sesuatu hal yang baru dan pertama kalinya dilakukan oleh Malaysia, dimana sebelumnya Malaysia juga mengklaim kebudayaan-kebudayaan Wayang Kulit, Reog Ponorogo, Batik, Lagu rasa sayange, Keris, Angklung dan terakhir Tari Pendet, adalah murni kebudayaan dari negaranya.
Apa yang telah dilakukan oleh Malaysia ini jelas sangat merugikan Indonesia sebagai Pewaris Tunggal dari Kebudayaan – kebudayaan yang memang lahir di Indonesia, karena iklan Truly Asia itulah membuat kian melonjaknya angka pariwisata di Malaysia dibandingkan tahun-tahun lalu, Sinting.... Malaysia menangguk untung... Indonesia dibuat bingung.
Harusnya sebelum mempublish iklan ini, Malaysia perlu berhati-hati dalam mengklaim kebudayaan Indonesia dengan mempertimbangkan hubungan Bilateral yang selama ini terjalin. Dengan mengklaim kebudayaan Indonesia sebagai kebudayaan Malaysia, itu sama saja mencerminkan negara Malaysia sebuah negara yang miskin kreatifitas seni dan budaya, yang cuma bisa menjiplak hasil karya seni budaya yang sudah beratus-ratus tahun ada di Indonesia. Apa yang telah mereka lakukan itu telah melukai hati seluruh seniman dan budayawan di Indonesia.
Disinilah kiranya perlu adanya ketegasan dan peran pemerintah, terhadap ulah yang dilakukan oleh pihak Malaysia. Dengan tindakan Preventatif guna melindungi warisan budaya bangsa yang kita cintai ini dengan ikut menjaga, melestarikan dan kalau perlu mematenkan semua unsur-unsur budaya yang ada di Indonesia.
Pantas saja pada Konfrontasi dengan Malaysia pada tahun 1963 dimana pada saat itu Presiden RI pertama Ir. Soekarno pernah mengungkapkan pada pidatonya yang berbunyi “GANYANG MALAYSIA”, maka gw juga coba mengutip pidato beliau dengan mengatakan “GO TO HELL MALAYSIA”.
Ram Syamsul Yulias
http://www.rampunjadi.com
Sebenarnya hal ini bukanlah sesuatu hal yang baru dan pertama kalinya dilakukan oleh Malaysia, dimana sebelumnya Malaysia juga mengklaim kebudayaan-kebudayaan Wayang Kulit, Reog Ponorogo, Batik, Lagu rasa sayange, Keris, Angklung dan terakhir Tari Pendet, adalah murni kebudayaan dari negaranya.
Apa yang telah dilakukan oleh Malaysia ini jelas sangat merugikan Indonesia sebagai Pewaris Tunggal dari Kebudayaan – kebudayaan yang memang lahir di Indonesia, karena iklan Truly Asia itulah membuat kian melonjaknya angka pariwisata di Malaysia dibandingkan tahun-tahun lalu, Sinting.... Malaysia menangguk untung... Indonesia dibuat bingung.
Harusnya sebelum mempublish iklan ini, Malaysia perlu berhati-hati dalam mengklaim kebudayaan Indonesia dengan mempertimbangkan hubungan Bilateral yang selama ini terjalin. Dengan mengklaim kebudayaan Indonesia sebagai kebudayaan Malaysia, itu sama saja mencerminkan negara Malaysia sebuah negara yang miskin kreatifitas seni dan budaya, yang cuma bisa menjiplak hasil karya seni budaya yang sudah beratus-ratus tahun ada di Indonesia. Apa yang telah mereka lakukan itu telah melukai hati seluruh seniman dan budayawan di Indonesia.
Disinilah kiranya perlu adanya ketegasan dan peran pemerintah, terhadap ulah yang dilakukan oleh pihak Malaysia. Dengan tindakan Preventatif guna melindungi warisan budaya bangsa yang kita cintai ini dengan ikut menjaga, melestarikan dan kalau perlu mematenkan semua unsur-unsur budaya yang ada di Indonesia.
Pantas saja pada Konfrontasi dengan Malaysia pada tahun 1963 dimana pada saat itu Presiden RI pertama Ir. Soekarno pernah mengungkapkan pada pidatonya yang berbunyi “GANYANG MALAYSIA”, maka gw juga coba mengutip pidato beliau dengan mengatakan “GO TO HELL MALAYSIA”.
Ram Syamsul Yulias
http://www.rampunjadi.com
24 Agustus 2009
Cerminan Makna Film "The Terminal"
Buat anda yang mampir ke blog ini gw harap kiranya anda sudi meluangkan waktu sejenak, untuk membaca artikel ini, karena banyak makna yang terkandung di dalamnya.
Selama gw membuat artikel blog, biasanya inspirasi selalu gw dapat dari berbagai macam sumber baik dari pengalaman pribadi, pengalaman orang lain yang dekat dengan gw, ilmu yang gw tekuni selama ini IT, observasi perilaku Sosial, Ekonomi, Hukum dan Politik. Namun dalam kesempatan ini gw coba membuat artikel yang inspirasinya gw dapat dari sebuah film lawas dengan judul " THE TERMINAL" Film Komedi yang digarap pada tahun 2004 di bintangi oleh oleh Aktor dan Aktris beken " Tom Hanks and Caterine Zeta Jones "
Film ini bercerita tentang seorang warganegara fiksi Krakozhia (Viktor Navorski yang dibintangi oleh Tom Hanks) yang baru menjejakkan kakinya di Bandara International JFK (John F. Kennedy) Amerika Serikat dengan tujuan kota New York, seperti biasa pihak pengamanan bandara mencoba memeriksa identitas paspor dan visa yang ia miliki. Namun tanpa sebab yang jelas ternyata paspor dan visanya ditolak dan dianggap tidak syah secara hukum dan menurut Kepala Pengamanan Bandara bahwasanya "Negara tersebut sedang dalam konflik perang saudara yang hingga saat ini belum berakhir oleh karena itu pihak AS belum mengakui pemerintahan baru negara tersebut", walaupun sebenarnya ini hanyalah intrik guna memblokir banyaknya imigran yang datang dari sana dan Agen Spionase KGB Rusia.
Dan bergulirlah cerita yang menarik ini dimana pada saat Viktor Navorski tersebut di wawancarai, ternyata yang bersangkutan sama sekali tidak mengerti bahasa inggris dengan baik dan dia selalu menjawab dengan dialog bahasa Rusia versi Krakozhia. Hal inilah yang membuat Kepala Pengamanan Bandara dibuat pusing 7 keliling dikarenakan tidak ada seorangpun yang mengerti apa yang diucapkan olehnya. Lucunya pada saat komunikasi berlangsung dia membaca kertas yang sudah dia tulis dalam bahasa inggris pada saat dia masih di negaranya, yang isinya kira-kira seperti ini : " Untuk menuju hotel Ramada Inn yang ada di kota New York sebaiknya mempergunakan taksi agar sampai disana lebih cepat". Jadi setiap ditanya dalam bahasa inggris dia akan selalu membaca kertas yang dia tulis itu dan slalu ia baca berulang-ulang kali, hingga akhirnya pihak kepala keamanan bandara memutuskan agar Viktor Navorski menunggu keabsahan paspor dan visanya dengan catatan :
Pelan tapi pasti dia coba mempelajari bahasa inggris secara otodidak di bandara tersebut, hingga pada akhirnya berkat kejeniusannya dia dapat berbahasa inggris dengan baik. Hingga suatu saat uang yang dia miliki kian menipis (Ini adalah sesuatu yang diharapkan dari Kepala Keamanan Bandara, sampai seberapa jauh dia mampu bertahan di bandara tersebut). Maka dengan segala upaya dia mencoba mencari nafkah guna mempertahankan hidupnya dengan memulai kerja serabutan seperti mengembalikan Trolley belanjaan ketempatnya dengan upah 25 sen/trolley, mengepel lantai bandara, dimana setiap aktifitas yang dilakukan olehnya, selalu diamati oleh Kepala Keamanan Bandara, yang pada akhirnya semua kegiatannya diblokir.
Viktor Navorski termasuk orang yang sabar walaupun mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari Kepala Keamanan Bandara dia tetap easy going dan positive thinking, Suatu saat ia melihat proyek di bandara yang tinggal masuk Tahap Finishing yang ditinggal oleh para pekerja bangunannya, disitu dia coba menunjukkan bakatnya untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda. Walhasil pada keesokan harinya Kepala Proyek dibuat kagum akan pekerjaannya, maka Viktor-pun ditawari bekerja di bidang tersebut dengan gaji yang cukup besar dan mengalahkan gaji seorang Kepala Keamanan Bandara.
Awal Kemunculannya di bandara tersebut memang banyak orang yang mendiskriminasikan dirinya, karena banyak yang menduga, dia adalah seorang agen KGB (Spionase), yang berusaha menyusup untuk mengintai negara paman sam tersebut. Namun seiringnya waktu malah banyak orang yang menyukai kehadirannya di bandara, baik dari kalangan bawah, menengah, maupun atas. Karena kesupelannya dalam bergaul dan kesukaannya menolong orang lain itulah yang membuat dia berkenalan dengan seorang Pramugari cantik bernama (Amelia Warren dibintangi oleh Caterine Zeta Jones) kelak dia inilah yang akan mempermudah jalannya untuk memasuki kota New York
Hubungan Amelia Warren dengan Viktor Novorski ini akhirnya terjalin dengan sangat dekatnya dan membuat Kepala Keamanan Bandara mencium gelagat ini dengan memanfaatkan kedekatan pramugari tersebut untuk mengorek informasi darinya lebih jauh. Maka disinilah baru terungkap bahwasanya kedatangan Viktor ke Amerika Serikat, bukan hendak untuk memata-matai pihak Amerika, namun ia berkeinginan pergi ke New York City tidak lain dan tidak bukan untuk memenuhi keinginan ayahandanya yang telah tiada, karena ayahnya adalah salah satu pemusik Jazz Rusia ternama dimana semasa hidupnya dia mengidolakan musisi Jazz Amerika. Sehingga dia selalu mengirimkan surat kepada para musisi Jazz yang di dalam amplop suratnya berisi foto-foto mereka, agar nantinya bisa mereka tandatangani dan di kembalikan lagi kepadanya. Hingga akhir hayatnya dia telah banyak mengumpulkan tandatangan2x dari musisi terkenal tersebut. Hanya satu yang belum dia dapatkan tandatangan dari seorang pemain Saxophone (Benny Golson) yang belum mengirimkan surat balasan kepadanya. Ini pulalah yang menyebabkan Viktor Navorski mempunyai keinginan yang kuat untuk menemui Benny Golson sang pemain Saxophone Jazz.
Dan bisa dipastikan lewat perjuangan yang tidak mengenal menyerah, akhirnya dia dapat juga memenuhi keinginan dari ayahandanya yang telah tiada.
Silahkan anda menanggapi ulasan artikel ini.......Semoga Bermanfaat.............
Ram Syamsul Yulias
http://www.rampunjadi.com
Selama gw membuat artikel blog, biasanya inspirasi selalu gw dapat dari berbagai macam sumber baik dari pengalaman pribadi, pengalaman orang lain yang dekat dengan gw, ilmu yang gw tekuni selama ini IT, observasi perilaku Sosial, Ekonomi, Hukum dan Politik. Namun dalam kesempatan ini gw coba membuat artikel yang inspirasinya gw dapat dari sebuah film lawas dengan judul " THE TERMINAL" Film Komedi yang digarap pada tahun 2004 di bintangi oleh oleh Aktor dan Aktris beken " Tom Hanks and Caterine Zeta Jones "
Film ini bercerita tentang seorang warganegara fiksi Krakozhia (Viktor Navorski yang dibintangi oleh Tom Hanks) yang baru menjejakkan kakinya di Bandara International JFK (John F. Kennedy) Amerika Serikat dengan tujuan kota New York, seperti biasa pihak pengamanan bandara mencoba memeriksa identitas paspor dan visa yang ia miliki. Namun tanpa sebab yang jelas ternyata paspor dan visanya ditolak dan dianggap tidak syah secara hukum dan menurut Kepala Pengamanan Bandara bahwasanya "Negara tersebut sedang dalam konflik perang saudara yang hingga saat ini belum berakhir oleh karena itu pihak AS belum mengakui pemerintahan baru negara tersebut", walaupun sebenarnya ini hanyalah intrik guna memblokir banyaknya imigran yang datang dari sana dan Agen Spionase KGB Rusia.
Dan bergulirlah cerita yang menarik ini dimana pada saat Viktor Navorski tersebut di wawancarai, ternyata yang bersangkutan sama sekali tidak mengerti bahasa inggris dengan baik dan dia selalu menjawab dengan dialog bahasa Rusia versi Krakozhia. Hal inilah yang membuat Kepala Pengamanan Bandara dibuat pusing 7 keliling dikarenakan tidak ada seorangpun yang mengerti apa yang diucapkan olehnya. Lucunya pada saat komunikasi berlangsung dia membaca kertas yang sudah dia tulis dalam bahasa inggris pada saat dia masih di negaranya, yang isinya kira-kira seperti ini : " Untuk menuju hotel Ramada Inn yang ada di kota New York sebaiknya mempergunakan taksi agar sampai disana lebih cepat". Jadi setiap ditanya dalam bahasa inggris dia akan selalu membaca kertas yang dia tulis itu dan slalu ia baca berulang-ulang kali, hingga akhirnya pihak kepala keamanan bandara memutuskan agar Viktor Navorski menunggu keabsahan paspor dan visanya dengan catatan :
- Dia harus menunggu di dalam bandara.
- Tidak boleh menerobos pintu keluar bandara, yang otomatis hal ini akan menjadi dasar buat Kepala Keamanan Bandara untuk mendeportasi dirinya, karena telah melanggar wilayah kedaulatan Amerika Serikat, dan ini akan memupus impiannya untuk melihat kota New York.
- Tidak adanya lagi konflik perang saudara di negaranya.
Pelan tapi pasti dia coba mempelajari bahasa inggris secara otodidak di bandara tersebut, hingga pada akhirnya berkat kejeniusannya dia dapat berbahasa inggris dengan baik. Hingga suatu saat uang yang dia miliki kian menipis (Ini adalah sesuatu yang diharapkan dari Kepala Keamanan Bandara, sampai seberapa jauh dia mampu bertahan di bandara tersebut). Maka dengan segala upaya dia mencoba mencari nafkah guna mempertahankan hidupnya dengan memulai kerja serabutan seperti mengembalikan Trolley belanjaan ketempatnya dengan upah 25 sen/trolley, mengepel lantai bandara, dimana setiap aktifitas yang dilakukan olehnya, selalu diamati oleh Kepala Keamanan Bandara, yang pada akhirnya semua kegiatannya diblokir.
Viktor Navorski termasuk orang yang sabar walaupun mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari Kepala Keamanan Bandara dia tetap easy going dan positive thinking, Suatu saat ia melihat proyek di bandara yang tinggal masuk Tahap Finishing yang ditinggal oleh para pekerja bangunannya, disitu dia coba menunjukkan bakatnya untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda. Walhasil pada keesokan harinya Kepala Proyek dibuat kagum akan pekerjaannya, maka Viktor-pun ditawari bekerja di bidang tersebut dengan gaji yang cukup besar dan mengalahkan gaji seorang Kepala Keamanan Bandara.
Awal Kemunculannya di bandara tersebut memang banyak orang yang mendiskriminasikan dirinya, karena banyak yang menduga, dia adalah seorang agen KGB (Spionase), yang berusaha menyusup untuk mengintai negara paman sam tersebut. Namun seiringnya waktu malah banyak orang yang menyukai kehadirannya di bandara, baik dari kalangan bawah, menengah, maupun atas. Karena kesupelannya dalam bergaul dan kesukaannya menolong orang lain itulah yang membuat dia berkenalan dengan seorang Pramugari cantik bernama (Amelia Warren dibintangi oleh Caterine Zeta Jones) kelak dia inilah yang akan mempermudah jalannya untuk memasuki kota New York
Hubungan Amelia Warren dengan Viktor Novorski ini akhirnya terjalin dengan sangat dekatnya dan membuat Kepala Keamanan Bandara mencium gelagat ini dengan memanfaatkan kedekatan pramugari tersebut untuk mengorek informasi darinya lebih jauh. Maka disinilah baru terungkap bahwasanya kedatangan Viktor ke Amerika Serikat, bukan hendak untuk memata-matai pihak Amerika, namun ia berkeinginan pergi ke New York City tidak lain dan tidak bukan untuk memenuhi keinginan ayahandanya yang telah tiada, karena ayahnya adalah salah satu pemusik Jazz Rusia ternama dimana semasa hidupnya dia mengidolakan musisi Jazz Amerika. Sehingga dia selalu mengirimkan surat kepada para musisi Jazz yang di dalam amplop suratnya berisi foto-foto mereka, agar nantinya bisa mereka tandatangani dan di kembalikan lagi kepadanya. Hingga akhir hayatnya dia telah banyak mengumpulkan tandatangan2x dari musisi terkenal tersebut. Hanya satu yang belum dia dapatkan tandatangan dari seorang pemain Saxophone (Benny Golson) yang belum mengirimkan surat balasan kepadanya. Ini pulalah yang menyebabkan Viktor Navorski mempunyai keinginan yang kuat untuk menemui Benny Golson sang pemain Saxophone Jazz.
Dan bisa dipastikan lewat perjuangan yang tidak mengenal menyerah, akhirnya dia dapat juga memenuhi keinginan dari ayahandanya yang telah tiada.
Silahkan anda menanggapi ulasan artikel ini.......Semoga Bermanfaat.............
Ram Syamsul Yulias
http://www.rampunjadi.com
Langganan:
Postingan (Atom)