27 September 2012

Troubleshoot komputer restart padahal komputer masih baru ???

Bilamana dari anda ada yang hobi dan gemar merakit kompi (red:komputer), pasti akan banyak menemukan hal-hal menarik seputar perakitan komputer. Terkadang saat perakitan berlangsung ada saja troubleshoot yang ditemukan, seperti kompi yang sudah dirakit tidak bisa menyala,  problem di Motherboard (MOBO), Powersupply, memori, processor dll... yang lebih naasnya lagi kalau mobonya rusak dimana chipsetnya terbakar, alamak kalau kasus kayak begini udah gak salah lagi kembaliin mobonya ke toko untuk diganti yang baru atau dilakukan perbaikan dengan cara mengajukan claim garansi, 


Let's talk about troubleshoot.......

Sengaja topik ini gw buat kayaknya sepele tapi kalau anda menemukan hal seperti ini gak usah panik apalagi sampai nangis kayak orang habis ditinggal pacar, caranya gampang aja trik ini khusus untuk Komputer baru :

  1. Pastikan Power Supply anda memilki keluaran watt yang murni (pure) sebab kompi restart secara tiba2x bisa juga karena asupan power tidak mencukupi oleh karena itu jangan sayang untuk membeli Power Supply yang sesuai dengan peruntukannya. 
  2. Fan Procie (Kipas Processor) anda harus memastikan Fan terpasang dengan benar di MOBO, kalau gw boleh saran lebih baiknya menggunakan Fan Procie yang bukan biasa namun menggunakan sistem kuncian dari bawah MOBO dengan memasang mur di bawah MOBO, mengapa demikian ?, biasanya kalau kipas procie yang biasa sering kali berubah saat terkena getaran apalagi kalau pemasangan kipas tersebut tidak benar, sehingga asupan udara ke processor menjadi berkurang, tentunya semakin tinggi temperatur sebuah procie maka biasanya mobo akan melakukan proteksi dengan melakukan restart langsung untuk sebagai pengamanan (ini khusus mobo yang menggunakan sistem self protector, namun bagi yang tidak maka umumnya komputer akan hang)

Cuma itu aja gak usah panjang-panjang biar gampang mencernanya. Kadang gw heran kalau ada yang bilang kompi baru rusak selain yang gw sebutkan di atas, kalau gw denger kayak begitu dalam hati gw bilang " Ngarang banget nich" 



30 Agustus 2012

Selamat Jalan Teman/Sahabat/Mentor/Boss

30 Agustus 2012 adalah hari yang membuatku sempat tertegun, kaget dan sedih. Dimana pada hari ini, Teman/Sahabat/Mentor/Boss yang pernah sempat bersama di kurun waktu 1999 sampai dengan 2000 telah berpulang ke Rahmatullah.... Bapak Purwadi namanya yang menjabat sebagai Kepala Seksi Teknik Bangunan Stadion Utama Gelora Bung Karno .......... dimana beliau meninggal dunia disaat beliau sedang menunaikan tugasnya sebagai Kepala keluarga dan sebagai Kepala Seksi.

Bila mengenang almarhum banyak sukanya dibanding sedihnya, karena almarhum seorang yang bisa memompa semangat anak buahnya untuk selalu belajar dan mencoba hal - hal yang berhubungan dengan teknik, tentunya beliau mencoba mensharing pengetahuan yang dimilikinya.... terkenang dibenakku saat beliau mengajarkan How to control electricity at the main stadium. 

Jujur harus akui, bahwa beliau adalah orang yang berkompeten dibidangnya dalam hal seperti ini. Dan yang membuatku bingung saat itu, beliau orang yang hafal letak panel kelistrikan berikut troubleshootnya di Stadion Utama yang megah itu dan merupakan Kebanggaan Rakyat Indonesia. Tentunya hal ini tidaklah berlebihan mengingat teman-teman seangkatanku juga mengatakan demikian.

Bapak ini selain pimpinan yang baik juga mampu menghibur anak buahnya setiap ada waktu luang... Jalan-jalan ke tempat rekreasi atau mengunjungi ke tempat-tempat yang belum pernah kita kunjungi sekalipun. Dan memang Bapak ini termasuk orang yang supel gaul, dan jangan heran siapapun akan mengenalnya.

Orang yang idealis yang tahu menempatkan keidealisannya pada tempatnya. 

Semoga Ibadah yang sudah Bapak jalankan selama ini diterima disisi-NYA, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan untuk menjalaninya.


Teriring doa'ku dari mantan anak buah yang sudah diberikan secercah keilmuan yang Bapak miliki.






15 Agustus 2012

Nasionalisme

Kalau bicara Nasionalisme selalu gw ingat pelajaran yang pernah gw terima saat gw duduk di bangku sekolah, dan kebetulan sekolah gw adalah salah satu sekolah yang mengajarkan kurikulum Nasionalisme dan Budi Pekerti (NASBUD) yang mengambil pelajaran lebih spesifik terhadap unsur-unsur kebangsaan yang selalu ditanamkan oleh Founding Fathers kita Presiden RI Pertama DR. Ir. Soekarno. Padahal di jaman itu pelajaran seperti ini tidak pernah diajarkan di sekolah-sekolah pada umumnya, kalau sekolah lain pada saat itu akan mempelajari PMP (Pendidikan moral Pancasila) atau yang saat ini dikenal dengan PKN (Pendidikan Kewarganegaraan) namun tidak pernah mengajarkan NASBUD, namun di sekolah gw tetap hal ini diajarkan oleh guru-guru yang mempunyai kualifikasi untuk membahas hal tersebut . 

Dari yang gw pelajari selama kurun waktu tersebut, tentu banyak hikmah yang diambil dan sangat pentingnya kurikulum ini ditanamkan dalam rangka membangkitkan rasa Nasionalisme, rasa Kebangsaan dan rasa Cinta pada Tanah Air. Oleh karena itu dulu sempat terbersit dalam pikiran gw kenapa sich sekolah-sekolah lain tidak pernah mengajarkan atau menambah kurikulum  ini sebagai bagian dari pelajaran di sekolah. padahal pelajaran ini sangat bagus dipelajari ditengah gempuran budaya luar yang kian merajalela.

Pernah gw melihat disalah satu tayangan TV bahwa ada siswa sekolah menengah atas yang tidak bisa menghapal : 
1. Pembukaan UUD 45, 
2. Urutan Pancasila
3. Pasal-pasal di dalam UUD 45
4. Proklamasi
Dengan alasan bahwa hal-hal tersebut tidak diujikan di UAS or UAN, gile bener edan jawabannya ck..ck...ck..ck....padahal dijaman gw hal ini dulu harus dapat dihafal sampai ngelotok.

Kembali ke akar permasalahan kenapa gw buat blog yang membahas mengenai ini, sebab saat ini terkadang ada saja orang yang selalu coba meringkas or memangkas arti sebuah rasa Nasionalisme untuk mencoba mempengaruhi orang lain agar mengikuti kehendak dan ambisinya.

Ingatlah bahwa perjuangan yang sudah dilakukan para pendahulu kita harus dan perlulah kita kenang hingga saat ini dan perjuangan mereka telah menghantarkan kita di Alam Kemerdekaan, dan tentunya kita sebagai Warganegara yang baik harus terus dan tetap mengisi kemerdekaan.

Dirgahayu Indonesia ke 67 Tahun