03 Januari 2013

REFLEKSI MINI TOURING PANTAI ANYER

Mengawali pembukaan tahun yang baru, diawali dengan mini touring Pamulang-Cilegon-Pantai Anyer PP. Sebenarnya perjalanan ini tidak diprediksi sebelumnya, mengingat saya agak bimbang untuk menempuh perjalanan jauh di saat tutup tahun dan kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Walaupun pada awalnya saya berencana ingin melakukan Single Touring ke daerah Bandung di H-4 saat tutup tahun, tapi setelah menimbang-nimbang, akhirnya saya urungkan niat dan pindah haluan ke trip yang lainnya.
Let's we start my trip....................

Pada saat keberangkatan ke daerah ini saya menggunakan GPS Latitude yang ada di Sistem Android, maklum selama saya melakukan perjalanan kemanapun tidak pernah menggunakan teknologi ini namun saya menggunakan GPS Manual alias bertanya kepada warga sekitar, kali ini saya coba buktikan kecanggihan sistem tersebut. GPS di Andro saya coba set dari titik awal hingga titik akhir perjalanan dan memang hasilnya sungguh diluar perkiraan karena saya bisa menyaksikan beberapa tempat dengan Track Lurus maupun track offroad dan kesemuanya belum pernah saya lewati sebelumnya dimana kami melintasi satu kampung ke kampung yang lainnya yang teramat sangat sepi. well..... berasa jadi artis saat  My Radar+E saya mendapat perhatian publik baik anak kecil maupun orang dewasa yang memandang ke arah kami, terkadang ada juga pengendara lainnya melirik saat kami lewat. Mungkin mereka melihat motor yang jarang mereka jumpai PULSAR 220.


Note :
Bilamana perjalanan ini dilakukan pada malam hari saya tidak menyarankan, mengingat lokasinya yang menurut feeling saya terasa rawan begal dan beberapa jalur offroad yang agak membahayakan karena masih banyaknya tanah merah di sana, dijamin bawa Pulsar ke daerah ini saat musim hujan lebat Pulsarnya bakal goyang India ha...ha...ha....


Adapun perasaan yang muncul saat kami lewati beberapa kampung yang sangat sepi itu, jujur menimbulkan rasa was-was juga sebab biasanya kami selalu melakukan Group Touring, namun kali ini saya melakukannya dengan Single Touring dan perlahan-lahan saya coba  hempaskan perasaan tersebut dengan mempercayakan sepenuhnya Teknologi GPS yang ada di Sistem Android dan Alhamdulillah akhirnya saya bisa bertemu jalan raya yang ramai.

Karena sudah cukup lelah akhirnya saya coba istirahat kuliner, maklum perut 
udah minta diisi saya berhenti di kuliner Ayam Bakar Bakakak.
Titik Koordinat GPS : 6°12'38.98"S 106°28'59.90"E

Biaya Makan :
1. Dada Ayam 2
2. Paha Ayam 1
3. Jus Jeruk 2
4. Jus Apel 1
5. Tahu
6. Nasi 1 Bakul Kecil tapi cukup buat 3 orang makan
Total seluruhnya biaya yang harus dikeluarkan Rp. 54.000, menurut hemat saya tergolong murah dan sambelnya enak juga cocok di lidah saya.

Setelah kenyang menyantap makanan, kami lanjutkan perjalanan namun gak jauh dari sana saya menemukan pemandangan yang sangat mempesona, berikut rentetan pictnya :

Pesona Alam bikin saya takjub, Allahu Akbar begitu indahnya
Parkirin dulu motornya, biar gak ganggu pengguna jalan yang lain
Tidak lengkap kalau tidak mengabadikan momen ini

Rider juga pingin narsis dong


Pada waktu di kuliner saya coba baca beberapa comment di Whatsapp diantaranya SUHU creativefive yang mengetahui perjalanan saya ke Cilegon dan kebetulan juga beliau melakukan perjalanan ke arah Pantai Carita dengan menginformasikan kepada saya, bahwa agar berhati-hati saat melewati Jalur Pantai Carita dan beliau menanyakan ke saya apakah saya juga ke Pantai Carita ?, jujur perjalanan ini sebenarnya tidak ada rencana sama sekali ke pantai, namun tujuan awalnya perjalanan saya mengarah ke Cilegon untuk Silaturahim. 

Tapi saya keep saja bila rencana berubah 100 %, paling target saya bukan ke Pantai Carita namun ke Pantai Anyer......... yach hitung-hitung manasin ban, walaupun demikian saya tidak melanjutkan perjalanan pada hari itu dan menginap terlebih dahulu di rumah Paman saya yang tinggal di Cilegon. Sekaligus malam tahun baru dan mempersiapkan kondisi fisik untuk melanjutkan perjalanan pada esok hari ke Pantai Anyer. Dimana perjalanan yang sudah saya lakukan kurang lebih 6 Jam hingga tiba di Cilegon.

Keesokan harinya tepat tanggal 1 Januari 2013, saya segera mempersiapkan kembali untuk menempuh perjalanan kurang lebih 27 KM untuk sampai ke lokasi, Well..saya coba berangkat jam 9.30 pagi, walaupun demikian jalannya sudah macet dan banyak terdapat galian tanah baik di kanan maupun di kiri jalan yang menambah kemacetan dan didukung dengan jalan yang sempit. Namun walaupun demikian akhirnya kami sampai juga ditujuan, berikut pictnya :



Pesona Alam Pantai Anyer
My Jacket Official (RADAR+E)

RADAR+E ikut narsis juga di Pantai Anyer
Rider lagi narsis di pantai


Reviews

Perjalanan dari Pamulang ke Cilegon = 120.7 KM
Waktu tempuh Pamulang ke Cilegon = 6 Jam
Perjalanan dari Cilegon ke Pantai Anyer = 27 KM
Waktu tempuh Cilegon ke Pantai Anyer = 2.25 Jam
Perjalanan Pulang dari Pantai Anyer ke Pamulang = 134 KM
Waktu tempuh Pantai Anyer ke Pamulang = 5.5 Jam
Total Jarak di tempuh = 281.7 KM

Bensin yang digunakan Premium, dengan kecepatan rata-rata di 54 KPJ s/d 65 KPJ hal ini disebabkan karena ada boncenger, situasi kondisi macet dan saya termasuk pecinta Slow Riding.

Total pengisian FULL BBM = Rp. 38.070
Harga Satuan BBM = Rp. 4500/liter
Total Kilometer = 281.7 KM
maka konsumsi bensin = KM/Liter = 281.7/(38.070/4500)= 33,3 KM/L
adapun Fuel Consumption (FC) keseluruhan = 1:33







30 Desember 2012

Film berkelas di penghujung tahun 2012

Lama sudah kerinduan untuk menyaksikan sebuah film karya anak bangsa yang berkelas dan berbobot, namun di penghujung tahun 2012 ini, kita dapat menyaksikan film yang dikemas sangat apik oleh para punggawa film nasional diantaranya adalah sebagai berikut :



Alur cerita film ini sangat menarik diikuti, jujur penilaian ini sangatlah netral berdasarkan opini saya pribadi, mengapa demikian ? sebab biasanya saya akan menilai film dari alur ceritanya, bilamana dalam 30 menit alur cerita film tersebut tidak bagus, sudah saya pastikan Produser, Sutradara, Pemain film dan orang yang terlibat di film tersebut gagal.

Namun dari kedua film ini, well... It's amazing dari awal hingga akhir........ jadi tidak perlulah saya bercerita tentang sinopsisnya, segeralah anda saksikan di bioskop kesayangan anda, walau bagaimanapun film ini lebih enak diikuti alur ceritanya dengan menggunakan layar yang lebih besar tentunya di Bioskop.






20 Desember 2012

Puisi 2012-2012 all about Love


10 Tahun sudah kita mengarungi rumah tangga
Ada suka & duka, yang kerap mengalir di kehidupan kita 
Walaupun demikian adanya 
Namun tak menyurutkan langkah kita melewati semua

Tak pandai diriku merangkai sebuah kata
Tak seperti Pujangga yang mampu mengeluarkan Sastra indahnya
Namun apalah artinya tulisan yang panjang namun tak bermakna
Bilamana tanpa dilandasi dengan rasa ikhlas & tulus dari hatinya 

Coretan pena di buku menjadi awal perjalanan kita
Berpuluh-puluh foto merekam syahdu kebahagiaan disana
10 tahun lalu kenangan itu membekas dan memupuk segalanya
Semakin lama terwujud dan menjadi nyata

2012-2012, Genap sudah 10 tahun kita bersama
Serasa cepat waktu berjalan dan tak terasa lama
Inilah kado Pernikahan yang indah sepanjang masa
Anak dan istriku menemaniku selamanya



18 Desember 2012

Wacana Nopol Ganjil Genap

Well.... sebenarnya saya agak segan kalau bahas mengenai kebijakan pemerintah biasanya sich manut aja saya walaupun agak kontra juga, entah hal ini masih wacana atau bagaimana ? yang nantinya bakal dibuat dan ditetapkan dalam bentuk Perda, karena selama saya tahu aturan ini hanya awalnya aja hangat, belakangnya hambar banget, apalagi kalau diterapkan di Jakarta.

coba kita perhatikan masalah yang ada di depan mata terkait :
  1. Three in one yang katanya bisa meredam angka kemacetan namun malah ujung-ujungnya jadi polemik juga seperti menjamurnya joki baik yang dewasa maupun yang dibawah umur sehingga kadang saya melihat para joki kabur menghindari kejaran dari PP saat Razia, Walaupun saya juga pernah menggunakan jasa mereka saat saya harus hadir rapat di jam three in one.
  2. Permasalahan Lampu motor yang harus menyala di siang hari, ini juga sama saja awalnya ramai, kesininya malah jadi sepi lampu motor yang menyala di siang hari kecuali lampu motornya sudah menggunakan Sistem AHO dijamin on terus lampunya kecuali dimatiin fitur AHOnya, cuma beberapa hari ini saja agak ramai, katanya lagi ada razia buat motor-motor yang gak menyalakan lampu, Mohon maaf kalau disini saya ada dua pendapat terkait hal ini : Pertama kalau jalan lowong sangat diperlukan adanya lampu motor yang nyala disiang hari untuk memberi kewaspadaan buat kendaraan yang berada di depannya, Kedua kalau jalan macet parah kayaknya udah gak berguna lagi lampu motor nyala disiang hari, sepertinya malah tidak memberikan manfaat 
Kembali ke akar permasalahan nopol genap & ganjil kalau saya amati bisa berbagai macam aspek yang perlu mendapat perhatian :
  1. Kemungkinan penjualan motor maupun mobil bakal tambah laris manis dan bisa pesan nopol, kalau dulunya kendaraan pertama nopolnya ganjil maka kendaraan kedua nopolnya genap, malah ada kecendrungan Bangsa ini jadi konsumtif, 
  2. Buat Konsumen yang punya duit banyak, enak bisa beli apapun dengan mudah malah bisa pesan nopol resmi namun kalau buat perekonomian yang lemah bisa babak belur ambil contoh tukang ojek yang memiliki kendaraan motor pribadi bisa-bisa dia beli nopol palsu yang banyak tersebar dijalanan, kecuali tukang ojeknya nyewa kendaraan perhari mungkin ini bisa disiasati hari senin sewa kendaraan nopol ganjil, hari selasa sewa motor yang pakai nopol genap. belum lagi hal ini melebar ke masyarakat umum misal ibu rumah tangga, anak pelajar, mhs, pekerja dll yang juga menggunakan kendaraan bermotor , pasti bakal lebih komplek permasalahannya. 
  3. Tingkat pengawasannya berat kalau menggunakan nopol ganjil dan nopol genap, apalagi kalau kendaraan lagi high speed, apa iya sanggup mengawasi nopol setiap harinya dari ribuan pengendara yang berlalulintas di jalan Ibukota. 
  4. Jangan lupa ada hitungan pajak progresif buat motor yang memiliki lebih dari satu, repotnya lagi kita punya motor 2 yang nomornya ganjil, bisa jadi dach kita mampir lagi ke dealer mau nyari motor lagi, lalu hitungan pajak progresifnya dijamin mantap tenan (bakal meningkat) 
  5. Masalah pembatasan jadwal jam berlakunya nopol ganjil & genap misal diterapkan ala three in one tetap aja gak bisa jadi solusi, apalagi kita tahu jam-jam padat di jakarta itu jam berapa saja, pada akhirnya ketemu macet juga kok 
Memang sulit sich kalau menentukan solusi masalah kemacetan di jakarta apalagi industri otomotif terus berkembang pesat, penduduk yang semakin padat dan mobilitas para pengguna kendaraan semakin tinggi.

Namun sepanjang ketidaknyamanan, keamanan, tarif yang terjangkau dll yang ada di sektor transportasi tidak segera dibenahi dengan baik, sampai kapanpun hal ini tidak akan bisa menuntaskan kemacetan di Jakarta.

Review Pulsar 220 > 1 tahun


Sebagai penutup akhir tahun gak ada salahnya, saya coba buat review penggunaan Pulsar 220 yang merupakan produk Built up Bajaj dari negara IndiaSebenarnya saya orang yang gak terlalu berpikiran brand minded dalam memandang setiap produk, sepanjang produk yang saya lihat bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya dan sudah banyak user yang menggunakannya dapat membuat saya tertarik untuk memiliki produk tersebut. 

Namun walaupun demikian, saya termasuk orang yang tidak mudah begitu saja percaya dan termakan iklan, berdasarkan hasil observasi saya melalui browsing di Internet baik melalui Blog, Forum, Video Youtube, informasi penjelasan Produk Knowledge dari dealer ke dealer dan interview langsung dengan para user selama 1 bulan lebih, maka akhirnya saya memutuskan untuk memilih Pulsar 220 sebagai kendaraan roda dua yang menemani saya selama kurun waktu tersebut. Time to shared my experience.

Awal ketertarikan saya pada Pulsar 220 adalah saat saya menghadiri Pekan Raya Jakarta (PRJ 2011) ketika melihat Pulsar 220 warna merah yang dipajang di booth Bajaj, seakan ada magnet hipnotis yang membuat saya menghampiri booth tersebut dan tanpa pikir panjang saya coba menanyakan berapa harganya, Ternyata dari penjelasan salesnya membuat saya terperanjat bahwa motor sport touring itu di hargai Rp. 18,6 juta, well.... harga yang sangat worth it dan masuk akal mengingat harga motor batangan kala itu sangatlah tinggi apalagi kalau melihat CC. 

Pertanyaannya adalah :
Apakah ada motor lain dengan harga sedemikian menarik dan menawarkan feature-feature yang High Class seperti yang ditawarkan pabrikan ini ? jawabannya bisa jadi tidak.

Beberapa hal yang membuat saya tertarik akan feature di Pulsar 220 :
  1. Suara mesinnya halus walaupun ccnya besar, kalau saya bilang suara mesinnya Pulsar gak berisik malah cenderung kayak suara motor matic; 
  2. Speedometer digital yang menawan dan mengesankan motor mewah dan berkelas; 
  3. Tombol Reset Tripmeter; 
  4. Tripmeter digital yang menunjukkan jarak tempuh yang dapat di reset; 
  5. Odometer digital berfungsi untuk menunjukkan total jarak tempuh dari mulai motor dipakai ; 
  6. Indikator level bensin ala graph yang selalu memberitahukan min dan max di tangki bensin; 
  7. Tachometer yang berfungsi untuk memperlihatkan kecepatan mesin dalam satuan RPM; 
  8. Indikator lampu netral akan menyala saat kita di posisi Gear 0; 
  9. Indikator Lampu Jauh (High Beam); 
  10. Indikator lampu Side Stand berfungsi untuk safety, indikator ini akan menyala saat Pulsar di standar samping dan untuk mengingatkan rider bila kelupaan naikin side standnya saat mau berkendara; 
  11. Indikator lampu sen kalau fitur ini mungkin banyak ditemui di motor lain, namun kelebihannya lampu sein Pulsar akan auto off bila kita kelupaan mematikan lampu sen, sama kayak fitur yang ada di mobil; 
  12. Indikator Sensor Filter Udara akan menyala jika Filter udara kotor/tersumbat; 
  13. Indikator Sensor Thermal akan menyala saat mesin pada suhu yang sangat tinggi/panas; 
  14. Indikator Sensor Aki akan menyala saat Aki dalam kondisi lemah; 
  15. Indikator Sensor Oli akan menyala saat level oli mesin berkurang; 
  16. Penggunaan Half Fairing yang sangat unik mengesankan motor ini memang ingin tampil beda; 
  17. Penggunaan Lampu Projie, Reflektor dan senja yang sangat menawan sehingga membuat tampilannya tampak seperti mata Serigala; 
  18. Lampu Belakangnya yang sangat menarik dan ciri khas Pulsar; 
  19. Lampu Ultraman akan menyala saat kita menyalakan lampu senja atau headlamp baik di kiri ataupun kanan stang ; 
  20. Klaksonnya udah kayak bunyi klakson mobil wkwkwkwkw............ 
  21. Penggunaan Kaliper Rem produk Bybre turunan dari Brembo; 
  22. Dual Shock dengan penggunaan Shock Nitro; 
  23. Knalpot yang memberikan nuansa moge ; 
  24. Tangki bensin yang tebal dan kokoh; 
  25. Bodynya yang panjang dan enak untuk berboncengan; 
  26. Bannya Tubless; 
  27. Kelistrikan yang sudah DC Full Wave; 
  28. Sistem oil cooled. 

Sukanya selama mengendarai Pulsar
  1. Bertemu dengan banyak bikers yang hobi menggunakan Pulsar; 
  2. Brotherhood para pengguna Pulsar, jangan kaget kalau pengguna Pulsar ketemu dijalan mau kenal ataupun tidak kenal maka mereka bakal menyapa antara satu dengan yang lainnya melalui Klakson; 
  3. Selalu jadi perhatian publik baik dijalanan maupun saat melewati area perbelanjaan (Mall); 
  4. Menemukan para paparazzi yang ngambil foto Pulsar 220 secara diam-diam, baik saat saya makan siang di sebuah rumah makan atau motor lagi di steam; 
  5. Jadi pusat perhatian saat di parkiran mall-mall (mungkin dalam hatinya tukang parkir ngomong "ini motor gede banget ngabis-ngabisin area parkir"); 
  6. Masuk gang yang jalannya kecil dijamin bakal jadi perhatian Publik gak percaya coba aja lewat pasti mereka bakal bilang "ini motor gede banget" wkwkwkwk.... 
  7. Selalu saja ada yang ngajakin duel di jalanan, tapi kalau ini gak usah dilayanin gak ada untungnya, gak bakal dapat Piala or Money, paling-paling dapat piala perban di kepala wkwkwkwk 
  8. Riding lebih nyaman terkesan kayak naik motor balap dan minim getaran baik untuk Rider maupun Boncenger, karena di Pulsar dilengkapi dengan Balancer yang mampu menahan getaran yang besar; 
  9. Motornya gak pasaran, karena jarang ada yang punya dan selalu menjadi perhatian publik ha...ha..ha....... 
  10. Gak usah ragu masuk di kawasan yang padat penghuni pada malam hari, karena suara knalpot Pulsar tidak akan mengganggu orang yang sedang tertidur lelap ha..ha..ha..ha..
Dukanya selama mengendarai Pulsar 220
  1. Motornya berat apalagi kalau dapat parkiran yang sempit, dijamin bakal geser-geser motor orang biar dapat parkiran, apalagi ngangkat motor pulsar yang roboh karena jatuh, berasa mantap banguninnya wkwkwkwk............ 
  2. Ngantri waktu servis di BERES sangat lama, tapi ada cara mensiasatinya dengan datang pagi ke BERES atau servis di Bengkel Mitra BAI. 
Kesimpulannya
  1. Selama menggunakan Pulsar konsumsi Bahan Bakar terbilang hemat walaupun CC pulsar termasuk besar, mungkin ini karena konsep teknologi DTS-I yang menerapkan 2 busi. Konsumsi rata-rata bensin di Dalam Kota antara 1:33 s/d 1:35 dengan kondisi jalan Jakarta yang macet parah namun pada saat kondisi jalan tidak macet/lowong selama pulang pergi rekor tertinggi adalah 1:41 dengan menggunakan BBM Premium. Belum pernah dicoba menggunakan Full Pertamax karena justru akan lebih irit lagi, bila menggunakan bahan bakar tersebut. 
  2. Onderdil Pulsar untuk yang Slow Moving maupun Fast Moving tidak akan dijumpai di Bengkel Jalanan, jadi harus tetap dibeli di Dealer Resmi Bajaj atau Bengkel Mitra BAI. Onderdil Fast Moving tersedia di BERES, untuk Slow Moving dapat di indent di BERES bilamana di BERES belum tersedia. Untuk saat ini pengadaan sparepart dapat juga dilakukan dengan mudah bilamana kita mengikuti forum diskusi, banyak teman-teman pecinta Pulsar yang dengan senang hati akan mencari onderdil dimaksud. Adapun Harga onderdilnya masih bisa terjangkau untuk kalangan menengah ke bawah. 
  3. Pulsar 220 motornya tinggi dibanding pabrikan lainnya, sepertinya produk ini dibuat mengikuti tinggi badan orang India, jadi kalau punya tinggi badan 170 CM dijamin bakalan jinjit bila kedua kaki kita coba menapak tanah. Menyiasatinya mudah tinggal papas jok, merubah profil ban atau beli obat peninggi badan wkwkwkwkwk............. 
  4. Pulsar 220 adalah motor terberat untuk di kelasnya, namun walaupun berat motornya tidak mempengaruhi akselerasi motor tersebut. 
  5. Berhati-hatilah saat melakukan putaran balik atau menikung dengan ruang yang sedikit karena di Pulsar kita tidak dapat melakukan seenaknya dengan melakukan manuver belok patah, bukan apa-apa kalau anda ceroboh melakukannya apalagi anda baru mengendarainya, dijamin anda akan jatuh dengan sukses ke tanah/aspal karena sekuat apapun anda tidak akan kuat menahan beban motor Pulsar yang berat, ada baiknya saat melakukan putaran anda harus memanfaatkan ruang yang agak lebar. 
  6. Berhubung Pulsar motornya berat ada baiknya sebelum dibawa jalan dilengkapi dengan Engine Guard buat yang Half fairing agar melindungi kerusakan motor yang fatal saat mendadak tiba-tiba jatuh seperti Tangki bensin yang penyok dll dan juga melindungi kaki riders dan boncenger agar tidak cedera. Namun untuk Pulsar yang menggunakan Fairing Tambahan yang dibuat Full Fairing sebaiknya menggunakan Frame Sliders untuk melindungi kerusakan Fairing dll. 
  7. Pulsar 220 tidak menggunakan Kick Starter hanya Elektrik Starter, oleh karenanya diperlukan perhatian lebih dari usernya dalam hal perawatan, sepertinya hal ini mengikuti Trend saat ini dimana di beberapa pabrikan sudah banyak yang membuang fitur Kick Starter. 
  8. Ban orinya Pulsar (MRF) mempunyai karakter agak licin saat musim hujan jadi harus hati-hati saat mengendarai Pulsar dalam situasi tersebut. Namun hal ini bisa disiasati dengan penggantian Ban seperti Corsa,IRC,FDR,Michelin battlax,Pirelli dll. 
  9. Power Pulsar sebenarnya berada di 6000 RPM ke atas dan memiliki nafas yang panjang, saat itulah anda akan melihat Surga dan Neraka seakan dekat di depan mata ha..ha..ha..ha..ha............... 
  10. Keep Safety Riding saat mengendarai Pulsar.

Semoga blog ini dapat memberikan pencerahan buat para Bikers yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Pulsar 220. Adapun tulisan ini dibuat murni dari pengalaman saya selama mengendarai Pulsar 220