23 Mei 2009

Korelasi Ajaran Mahatma Gandi dan Bunda Theresa (Pidato seorang Pemimpin Ulung)

Inspirasi ini aku dapatkan dari seorang yang aku kagumi selama ini, Mantan Ketua Direksi Gelora Bung Karno Bapak Ir. Indra Setiawan, yang sarat pengalaman dalam memimpin perusahaan-perusahaan besar baik swasta maupun pemerintahan, dimana beliau ini telah banyak membawa perubahan dari sisi manajemen. Awalnya sendiri, Aku agak PESIMIS dengan kehadiran beliau, namun seiring berjalannya waktu hal itu merubah pandanganku kepadanya menjadi OPTIMIS.... OPTIMIS..... OPTIMIS........ dan ........BISA........ BISA........ BISA........

Rasanya hal ini tidaklah berlebihan, mengingat beliau adalah seorang Pemimpin yang ulung dimana dengan TANGAN DINGINNYA membentuk Slogan CATUR SUKSES dalam bentuk REVITALISASI, REGENERASI, GOOD CORPORATE GOVERNANCE dan COMPUTERIZATION sehingga mampu mendongkrak Kinerja dan Citra Gelora Bung Karno menjadi lebih baik dari sebelumnya, baik dari Segi Hukum, SDM, Keuangan, Pemasaran serta Sarana dan Prasarana. Ini semua tidaklah mudah dilalui dimana dalam waktu yang relatif singkat 3 tahun, beliau telah mampu membuat Surplus terus menerus, dan ini pulalah yang memudahkan Gelora Bung Karno untuk mendapatkan Status Badan Layanan Umum (BLU) Penuh.

Dalam suatu kesempatan disela-sela Acara Lepas dan Sambut antara Direksi Lama dan Direksi Baru tanggal 19 Mei 2009 beliau memberikan suatu pidato yang sangat menarik untuk kita kaji dan kita renungkan, dimana isi pidato tersebut beliau kutip dari Ajaran Mahatma Ghandi dan Bunda Theresa :

Ini adalah isi Pidato Beliau dikutip dari Ajaran Mahatma Ghandi :

  1. Kekayaan tanpa kerja (wealth without work)
    Orang didoktrin dengan slogan "Biarkan uang yang bekerja untuk Anda". Orang menanam modal di mana-mana dan tinggal ongkang-ongkang kaki menikmati hasilnya. Sementara para buruh pekerja bekerja dengan sekuat tenaga hanya untuk kepentingan pemegang modal dan digaji hanya layak untuk hidup mereka. Di banyak negara dunia ketiga bahkan mereka digaji dengan tidak layak. Para pekerja hanya dianggap sebagai sekrup industri seperti halnya mesin-mesin lain yang bisa digantikan dengan sekrup yang lain jika rusak.
  1. Kesenangan tanpa kesadaran (pleasure without conscience)
    Orang bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Sebagai pemilik modal, mereka tidak perlu terlalu peduli terhadap nasib buruh pekerja, yang penting modal mereka aman dan bisa terus berkembang.
  1. Pengetahuan tanpa karakter (knowledge without character)
    Para cendekia membebek pada kepentingan penguasa. Mereka tidak lagi memperhatikan moralitas dan kebenaran yang seharusnya dijunjung tinggi oleh para cendekia. Mereka lebih memperhatikan kepentingannya sendiri, yang penting mereka aman dalam posisinya. Saat mereka melihat suatu kesalahan atau kezaliman, mereka cenderung mendiamkan dan bukannya membela kaum yang benar atau kaum yang lemah.
  1. Perdagangan tanpa moralitas (commerce without morality)
    Kaum pedagang tidak memikirkan moralitas. Yang penting bagi mereka adalah keuntungan, keuntungan, dan keuntungan. Bagaimana mereka menipu para konsumen yang tidak berdaya. Mereka memonopoli setiap lini konsumsi masyarakat sehingga masyarakat tidak berdaya dan tidak bisa memprotes tindakan mereka. Setiap protes dari masyarakat selalu membentur tembok birokrasi, sementara pemerintah tidak peduli terhadap nasib masyarakat.
  1. Ilmu tanpa kemanusiaan (science without humanity)
    Ilmu ditegakkan tanpa mempedulikan lagi nilai-nilai kemanusiaan. Para ilmuwan sibuk membincangkan tentang norma ilmiah namun melupakan manusia yang harusnya menjadi dasar dari penegakan ilmu.
  1. Ibadah tanpa pengorbanan (worship without sacrifice)
    Orang-orang beragama tanpa peduli terhadap pengorbanan diri untuk mensucikan hati. Yang mereka pedulikan adalah penegakan hukum agama yang menurut mereka benar walaupun dengan cara itu mereka mengorbankan kepentingan orang lain. Mereka lupa terhadap prinsip-prinsip spiritualitas agama dan bahkan lebih memuja nilai luar agama ketimbang aspek substansi dari agama.
  1. Politik tanpa prinsip (politics without principle)
    Orang berpolitik tidak lagi mempunyai prinsip. Mereka sikut kiri sikut kanan, jilat atas injak bawah untuk kepentingan mereka sendiri. Orang berani menjilat ludah sendiri yang penting kepentingan mereka terakomodasi untuk bisa meraih kekuasaan.

Ini adalah isi Puisi Beliau dikutip dari Ajaran Bunda Theresa :

Orang sering keterlaluan, tidak logis dan hanya mementingkan diri;
bagaimanapun, maafkanlah mereka.

Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduh tanpa pamrih;
bagaimanapun, berbaik hatilah.

Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa teman palsu, dan beberapa sahabat sejati;
bagaimanapun, jadilah sukses.

Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu;
bagaimanapun jujur dan terbukalah.

Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun, mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam;
bagaimanapun, bangunlah.

Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan, mungkin saja orang lain jadi iri;
bagaimanapun, berbahagialah.

Kebaikan yang engkau lakukan hari ini mungkin saja besok sudah dilupakan orang;
bagaimanapun, berbuat baiklah.

Bagaimanapun, berikan yang terbaik dari dirimu. Engkau lihat, akhirnya ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu;
bagimanapun ini bukan urusan antara engkau dan mereka.

Itulah sekelumit pidato beliau yang diambil dari beberapa tokoh dunia, namun apa yang telah anda bangun selama ini, membuat aku pribadi ANGKAT TOPI atas keberhasilannya, dan itu pulalah yang membuatku terinspirasi untuk selalu Semangat, Kerja Keras, Pantang Menyerah dan Perubahan Pola Pikir.

SELAMAT UNTUK ANDA YANG TELAH BANYAK MEMBERIKAN INSPIRASI KEPADA KITA SEMUA,

SEMOGA DILUAR SANA BANYAK TANTANGAN KEPEMIMPINAN MENANTI ANDA.

Diposting oleh Ram Syamsul Yulias, S.Kom, AM.Kom

Dari Pidato Mantan Ketua Direksi Pelaksana Gelora Bung Karno Ir. Indra Setiawan

22 Mei 2009

Antara Keinginan, Kemauan dan Kekecewaan


Mungkin kalau kita membaca title diatas mengenai hal tersebut mungkin buat para pengunjung blog akan memikirkan, apa yang dimaksud hal tersebut. Ini hanyalah satu dari sekian fenomena yang mungkin dapat terjadi pada siapa entah dia ekonom, teknokrat, politikus, aktivis apapun bidang dan bentuk dari kegiatannya.
Bila kita menilik lebih lanjut adakah yang salah dari apa yang telah kita lakukan, pastinya anda akan bingung padahal apa yang telah anda lakukan dengan segenap curahan tenaga, air mata bahkan banyak menyita waktu anda. Terkadang timbul perasaaan gerah dengan apa yang telah anda alami. Namun hal ini janganlah membuat anda menyerah, sedih, bahkan putus asa, malahan hal ini yang akan memacu anda untuk selalu mengcreate kemampuan yang anda miliki dan bukan tidak mungkin dengan apa yang anda alami ini, salah satu gelombang ujian kecil yang memang harus anda lalui dengan baik. Untuk mengatasi hal tersebut sebenarnya ada kiat-kiat khusus untuk menghadapinya dengan jalan :
  1. Setiap orang pasti punya keinginan dan kemauan namun terkadang keinginan tersebut bisa jadi akan sangat bertentangan dengan orang lain, oleh karena itu bersikaplah sabar bisa jadi apa yang anda inginkan pada saat ini tidak dapat terlaksana sesuai dengan yang anda harapkan. Dan mungkin saja keinginan anda ini akan terlaksana pada masa-masa yang akan datang.
  1. Janganlah pernah bangga dengan kemampuan yang anda miliki dan berpuas diri karena modal kemampuan tidaklah cukup membuat anda lebih eksis, karena kemampuan iibarat pisau bermata dua di satu sisi dapat mendongkrak popularitas anda karena kemampuan yang anda miliki, disisi lain dapat menghancurkan diri anda sendiri bahkan karir anda (Believe it or Not !). Oleh karena itu pakailah Ilmu Padi semakin berisi maka semakin merunduk, namun dari semua itu tetaplah anda bersyukur bahwa Allah SWT menciptakan makhluknya tidaklah sia-sia.
  1. Kekecewaan pasti akan selalu anda rasakan, bilamana hal tersebut terjadi berusahalah Sabar....sabar.... dan sabar karena bila anda kecewa berlebihan itu tidak membuat anda bekerja dan beraktivitas lebih baik, karena Islam mengharamkan berputus asa. Oleh karena itu cobalah anda buang kekecewaan tersebut jauh-jauh ke jurang terdalam di sanubari anda. Bisa jadi ada hikmah yang terkandung didalamnya dengan selalu mencoba introspeksi diri. Karena bentuk Keinginan, Kemampuan serta Kekecewaan adalah salah satu kesuksesan yang tertunda Percayalah dan selalu tetap berusaha lebih baik.

06 Mei 2009

Kenapa aku menyukai Dunia IT dan Electronic Device ?

Awalnya sepele, semasa kecil aku pernah nonton Film Riptide pada saat itu acara TV cuma ada TVRI doang man, iiihh... masih jadul banget kan...aku suka sama pemerannya, dia bernama Muray Bozinsky (nich orang jago banget bisa ngehack Sistem Komputer and jago Electronic Device). Dalam hati berfikir, aku ingin menjadi seperti dia, kalau bisa lebih jago dari dia wek...wek...wek.... menghayal banget nech, padahal dia itu khan cuma aktor film doang belum tentu aslinya gape Komputer and Electronic device, Hal yang pertama sekali aku lakukan pada saat masa kecilku adalah Membuka Arloji Digital yang baru dibelikan oleh ibuku, dengan rasa penasarannya aku coba mengamati jam itu dalam hati, aku cuma bertanya-tanya " kira - kira di dalam jam ini ada apaan yach, kok bisa hidup dan tepat menunjukkan waktu", dengan gaya sok taunya aku coba membuka arloji itu pelan-pelan, aku buka semua mur yang mengelilinginya setelah itu aku sangat terkejut"cuma begini doang yach dalamnya"terus tanpa pikir panjang lagi aku buka semuanya, termasuk mesin-mesin didalamnya "ah cuma ada rangkaian circuit electronic kecil dan tentunya batery yang membungkus mesin itu", pada saat aku mengembalikannya seperti semula ya ampun susah banget gak bisa kepasang lagi, walhasil aku dimarahin dech sama ibuku, wong arloji baru kok dirusakin mana mahal lagi waktu itu belinya. wek...wek...wek.... dasar sok tahu, gak pengalaman buka arloji sampai mesin-mesinnya dipretelin semua.

Boleh percaya atau tidak setiap aku ditanyakan oleh orang tuaku mulai SD hingga SMP "Apa cita-citamu kelak bila kau sudah besar" jawabku selalu "Ingin menjadi Insinyur Elektro". Memang pada akhirnya aku bersekolah di STM jurusan Elektronika, menyenangkan sekali aku bisa masuk dijurusan yang memang aku suka, namun seiring berjalannya waktu pada saat aku duduk di kelas 2 STM disitu aku mendapatkan pengalaman yang sampai saat ini tidak bisa kulupakan dan membuatku terseret jauh ke Dunia IT, saat itu aku dibelikan Komputer Second dengan Spesifikasi XT, Processor 8088, Ram 64 KB, Floppy disk 5 1/4 Inch dan O/S-nya menggunakan MSDOS 5.5 tanpa Hardisk (masih jadul banget khan komputernya... kalau sekarang mah sudah gak realistis lagi dipakai, dijual juga gak bakal laku... dan yang pasti mereka akan bilang Komputer Jangkrik siapa yang mau...wek...wek...wek......).

Pada suatu ketika tuch Komputer rusak nggak bisa ngebaca data MSDOS 5.5, aku bingung banget gimana yach ngebenerin nich Komputer sebab terus terang pada saat itu Komputer adalah termasuk barang yang mewah. Tanpa pikir panjang aku coba panggil teknisi komputer untuk datang ke rumah (Niatnya aku sich cuma ingin tahu bagaimana caranya memperbaiki Komputer dari Teknisi Komputer tersebut (dia itu insinyur komputer), dengan maksud mencuri keahlian yang dia miliki tanpa beliau sadari, padahal aku lagi ngerjain dia dengan menyedot ilmu yang dia miliki wek...wek...wek...... kayak SPAM juga), tahukah anda dengan wajah luguku saat itu aku suruh Insinyur itu balik ke markasnya, sebab aku sudah mengetahui bagaimana cara memperbaikinya (wek...wek..wek... dasar nakal banget, maklum anak STM khan doyannya ngerjain orang).

Dengan semangat 16 tahun, besoknya aku coba cari Floppy Disk ke Pusat Elektronik Glodok, ternyata harganya murah hanya berkisar Rp.25.000-Rp.35.000, dibanding kita menggunakan jasa teknisi tersebut sekitar Rp.100.000 berikut pemasangannya, sesampainya dirumah aku segera saja pasang floppy tersebut, hasilnya komputerku sudah dapat digunakan dengan baik, itulah pertamakalinya aku bersinggungan dengan dunia IT dan itu pulalah yang memacuku untuk selalu menambah ilmuku secara otodidak dari Hardware hingga Software. kebetulan juga di masa itu sepupuku kuliah di Teknik Elektro UI sebut saja dia Kintano Riza dari buku-buku dan diktat perkulliahannyalah aku coba memasuki babak baru dalam Dunia Pemrograman Komputer dengan menggunakan Program Turbo Pascal.

Dari situ aku belajar dan terus belajar menguasai Teknik Pemrograman Komputer baik dari Bahasa Tingkat Tinggi (Pascal, Basic dan Database) serta Bahasa Tingkat Rendah (Bahasa Assembler) otomatis dengan menguasai hal ini memudahkan aku dalam menyerap mata pelajaran Bahasa Basic Komputer pada saat aku duduk di kelas III STM, Ternyata itu pulalah yang merubah cita-citaku semasa kecil ingin menjadi Insinyur Elektro namun berubah ingin menjadi Insinyur Komputer ( gak apa-apalah khan masih tetap jadi Muray Bozinsky).

Diposting oleh Ram Syamsul Yulias, S.Kom, AM.Kom

25 November 2008

PENGALAMAN KE JATINANGOR KM 20


Blog ini gw buat sebagai sharing pengalaman buat temen-temen yang mungkin akan ke daerah Jatinangor semoga dapat bermanfaat.


Akhirnya keluar kota juga gw tanggal 15 Nopember 2008 nganterin my sister untuk ujian CPNS Depdagri.. wich seru asik and mengesankan juga. Sekitar tanggal 13 Nopember yang lalu, My Sister ngubungin kalo dia bakal ujian di luar kota kebetulan di daerah Jatinangor Sumedang di Kampus STPDN (Sekarang IPDN), itu loch kampus yang punya segudang prestasi dan juga segudang problema di dalamnya hingga sempat ramai di media massa tentang kasus pemukulan Senior kepada para Juniornya yang baru masuk.


Gw berangkat dari Jakarta melalui terminal Kampung Rambutan memang sich sebelumnya gw coba cari bus di Terminal Lebak bulus ternyata bus yang jurusan ke Sumedang gak ada, akhirnya gw putuskan untuk nyari bus di Terminal Kampung Rambutan. Akhirnya dapat juga dech mobil yang kearah sana mulai dari Bus yang AC sampai dengan NON AC. Kebetulan waktu itu gw pilih yang NON AC maklum selain daripada menghemat ongkos juga bisa bebas ngerokok he......he........he.......


Sayang waktu itu pengetahuan gw agak minim mengenai bus yang gw tumpangin, karena ternyata tuch bus gak langsung masuk TOL CIPULARANG, malah muter - muter ke Puncak, Cianjur, Bandung, Padalarang wich bikin pusing kepala aja...., mana tuch bus banyak berentinya lagi, and yang dagang di dalam ya ampun hampir sekampung orang Jawa Barat menjajakan dagangannya mulai dari Dompet, Tasbih Sakti, Kacang, Tempat HP anti air tapi yang pasti sich gak anti api, sampai tukang ngamen juga masuk bus kota itu di setiap kabupaten pasti ada aja yang ngamen maupun yang dagang, (Pusing Man....ngeliatnya). Tapi sesuai sich dengan kondisi Bus yang gw dapat wong harganya cuma Rp.57.000 (itu untuk dua orang) . gile gw pikir sampai Rp. 150.000 (untuk 2 orang) bener-bener murah and puas bisa jalan-jalan kesana sampai pantat gw panas and pegel duduk terus (Perjalanan ini memakan waktu sekitar 5 ½ Jam lama banget khan).

Sesampainya disana gw coba cari Kampus IPDN ternyata mudah, langsung hari itu juga gw coba cari info secepatnya sambil nunggu di Masjid IPDN. Kampus IPDN cukup luas dan megah, mengesankan simbol kebesaran dari kampus tersebut terlepas dari pemberitaan buruk tentang Kampus Pamong Praja tersebut. Namun dari perjalanan saya selama ke kampus IPDN dengan mencoba berinteraksi dengan para Mahasiswanya ternyata mereka ramah - ramah serta agamis, dan jauh dari nuansa kekerasan mulai dari Mahasiswa maupun Mahasiswinya hanya satu yang bisa saya tangkap DISIPLIN. (Salut buat IPDN).

Setelah mendapat info yang cukup mengenai Jadwal CPNS Depdagri, tinggal satu info yang belum dapat tempat penginapan. Pada hari itu juga gw coba telusuri tempat penginapan di daerah Jatinangor, ya ampun ternyata penuh semua man…. Gak ada yang kosong mulai Hotel Puri Khatulistiwa, Wisma Caringin, Giri Gahana Resort and lain-lain ternyata umumnya orang yang menginap disana, juga mau mengikuti ujian CPNS Depdagri. Karena masih penasaran gw coba cari Hotel yang jauh dari Jatinangor, ke daerah Cicaheum namanya Hotel Millenium hasilnya sudah dapat dipastikan penuh juga karena umumnya mereka juga mempunyai hajat yang sama . Apes dech gw (Jelas aja yang ikut ujian sebanyak 2000 orang dari dalam & luar kota pasti membutuhkan tempat penginapan ).

Dalam hati gw sempet berfikir kalau gw sendiri gak tidur di hotel ataupun penginapan yang lain sich gak apa-apa, sebab pada saat gw dari Jakarta, malam sebelum keberangkatan ke Jatinangor gw sama sekali belum tidur, tahu kenapa yach kayaknya susah banget mata ini untuk tidur, namun hati kecil gw gak bisa karena adik gw cewek dan besok dia mau ujian serta membutuhkan tenaga serta konsentrasi yang tinggi, gw usahain coba cari di daerah dekat Jatinangor dengan mencoba memasuki rumah penduduk yang mungkin memperbolehkan gw menginap disana barang 1 hari , Alhamdulillah akhirnya dapat jugarumah penduduk yang mau diinapin dengan syarat kita harus membayar uang sebesar Rp. 150.000,- walaupun tempat penginapannya jauh dari kata sempurna dan ala kadarnya akhirnya gw ambil juga tempat penginapan itu kebetulan letaknya persis di depan Kampus IPDN.

Mungkin karena sudah lelah gw seharian nyari info kesana kesini, akhirnya bisa juga tuch tidur nyenyak hingga pagi hari , padahal pertama kali datang gak kebayang gw bisa tidur di tempat kayak gitu, tapi berhubung darurat gak apa2x lah.

Setelah prosesi ujian CPNS selesai, terus langsung gw balik ke Jakarta and yang pasti gak bakalan lagi gw naik bus yang kemarin, yang udah bikin kepala gw pusing man…, gw coba turun di perempatan cileunyi coba naik Bus AC yang jurusan Tasik Malaya – Lebakbulus (Ongkos yang gw keluarin sekitar Rp.53.000 untuk 2 orang), he…he… gak beda jauh khan sama yang pertama , itu juga nambah pengalaman gw kedaerah sana wong asal kesana tahunya cuma naik mobil pribadi bukan naik bus jadi banyak gak tahu mengenai biaya yang harus dikeluarkan dasar ketinggalan info juga gw he….he….he….., Akhirnya sampai juga gw ke Jakarta and yang pasti gw kangen dengan nuansa Jakarta, anak, isteri dan orang tua.

diposting oleh Ram Syamsul Yulias

http://www.rampunjadi.com

10 September 2008

TIKET MUDIK SUDAH HABIS ???????????


Apa yang ada di benak anda bila pada saat datangnya 1 ramadhan belum berakhir, di hari pertama puasa, saat anda mencoba membeli tiket untuk pulang kampung, ternyata tiket pulang kampung sudah terjual habis..bis...bis.. and laris. Pastinya anda bakalan bengong, bingung, sebel, kesel and gondok (kok bisa yach ngeborong habis hingga ludes tiket pulang kampung padahal THR aja masih lama wow dahsyat man ?????????!!!!!!*****###).

Mungkin fenomena ini sudah bukan barang baru dan aneh, setiap tahunnya gejala ini akan terus berulang,,,berulang,,,,,dan berulang,,,.... Kenapa sich bisa kayak gini jadinya. Sebenarnya apa sich akar penyebab masalahnya ?, adakah yang salah dalam memanagenya ?. Berdasarkan hasil opini saya selama ini adalah sebagai berikut :

  1. Kemungkinan Pertama adanya unsur kesengajaan dengan mengurangi jumlah tiket yang di cetak ?. (Walaupun kemungkinan ini terlalu dini disimpulkan).
  1. Kemungkinan Kedua adanya jumlah armada bus yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah tiket yang diterbitkan.
  1. Kemungkinan Ketiga karena jumlah penduduk di Jakarta semakin meningkat dari hari kehari sehingga menyebabkan dinas perhubungan darat kewalahan dalam melayani para penumpang mudik.
  1. Kemungkinan Keempat adanya Marked up tiket dari Tuslah yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. dengan menggunakan tangan oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab dengan maksud dapat menjual tiket dengan harga lebih mahal dari yang seharusnya, otomatis ini akan meningkatkan pendapatan buat si oknum namun sangat merugikan untuk pihak pengguna jasa (Pemudik).

Bila kita melihat dari beberapa aspek diatas. Apakah kondisi masyarakat kita saat ini sedang terkontaminasi penyakit sosial & ekonomi ?, kemungkinan ini bisa saja terjadi namun harus ada diskusi dan perdebatan akan masalah ini. Namun kalau kita bicara secara hati nurani (dalam hal ini saya bukanlah seorang sosiolog).


Tegakah kita melakukan ini kepada saudara-saudara kita dimana pada saat ini mereka berjuang untuk mendapatkan hasil maksimal yang nantinya akan dinikmati oleh keluarga mereka di kampung halaman,namun di tengah perjalanan beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab telah memangkas hasil jerih payah mereka selama bekerja di Jakarta, Kemanakah rasa hati nurani anda bila anda sendiripun diperlakukan seperti ini misalnya saudara anda, anak anda atau bahkan cucu anda?????...., mungkin dari anda akan beranggapan aah... itukan cuma setahun sekali, gak setiap hari. Apapun argumentasi anda mengenai hal ini tetap tidak dibenarkan baik secara hukum maupun agama dengan berusaha memeras orang lain.


Mungkin perlu juga aparat-aparat penegak hukum & pemerintah. Agar segera membuat undang – undang yang memberatkan khususnya bagi para pemeras/koruptor dengan menindak tegas mereka agar kondisi ini tidak terjadi lagi di negara yang kita cintai ini. Namun demikian memang sudah ada pemberlakuan hukum mati bagi para NARKOBA & PEMBUNUH namun sampai saat ini belum ada hukuman mati bagi para KORUPTOR,..........

Beranikah anda melakukan perubahan akan hal ini dan membawa Indonesia jauh lebih baik di masa yang akan datang.

Semoga dan tetap terus berusaha.

diposting oleh Ram Syamsul Yulias

http://www.rampunjadi.com