12 Mei 2014

Tumplek Blek 2014

Tumplek Blek 2014 dilaksanakan di Parkir Timur Senayan Jakarta, mulai tanggal 10 s/d 11 Mei 2014, berikut penampakan pictnya :
Pintu masuk Zona A
Informasi lokasi Tumplek Blek
Panggung hiburan Tumplek Blek
Lokasi Pict Session
Ramainya pengunjung di hari terakhir
Stand yang ikut meramaikan suasana 
Lokasi Test Ride Vespa
Lomba kontes Vespa
Piaggio Corsa yang masih ada hingga saat ini
Spareparts dan Aksesoris Vespa
Ducati Panigalle
BMW F800
Modifikasi
Yamaha R6
Yamaha R15
Yamaha R1
Kontes Kawasaki
Kaisar
Motor Lawas
Mobil Honda
Mercedes Benz Classic
Spareparts & Aksesoris Mobil

01 Mei 2014

Jelajah Curug Luhur & Gunung Pancar - Edisi 2

Destinasi kedua : Gunung Pancar (6°35'29.30"S 106°54'43.27"E)
Perjalanan ke Gunung Pancar agak membingungkan buat yang belum pernah kesana, mengingat banyaknya warga yang kurang mengetahui lokasi tersebut, namun hal ini tidak menyurutkan langkah kami untuk coba mengunjunginya,  akhirnya saya memutuskan untuk melalui Jl. Alternatif Sentul, karena saya meyakini jalan ini akan membimbing kami agar bisa tiba dilokasi, benar saja ternyata saya ditunjukkan beberapa jalan diantaranya Jl. Babakan Madang yang merupakan jalan utama menuju ke lokasi tersebut yang sempat saya catat sebelum perjalanan ini.

Kami melewati jalan yang agak offroad dan sepertinya jalan di daerah Babakan Madang ini rusak karena mungkin dilalui oleh truk dan seringnya beberapa titik ruas yang banjir bila hujan tiba. Hingga kami keluar dari jalan tersebut dan disambut dengan Jalan yang sangat mulus.  Dalam hati sempat berpikir, apa iya kita gak salah jalan masa ke Gunung jalanannya bagus banget biasanya jalannya agak offroad, saya tepis saja perasaan tidak nyaman tersebut, namun mencoba menikmati hal tersebut dan berharap bonus yang luar biasa saat kami tiba di Gunung Pancar. Pada saat di jalan yang agak melingkar kami berhenti dan bertanya kepada Bapak Polisi yang sedang berjaga disana, lalu kami diberitahu arah yang tepat untuk menuju Gunung Pancar. 
Untuk memasuki daerah Gunung Pancar pertama kali yang akan anda jumpai adalah plang seperti ini.
Disitu disebutkan jarak menuju ke Gunung Pancar 15 KM, kami berpikir cukup jauh juga tiba disana, namun kami terhenyak setelah mengetahui jarak sesungguhnya bahwa jarak ke Gunung Pancar dikisaran 1 s/d 2 KM ha..ha..ha..ha... dan setelah itu kita akan berhadapan dengan pintu masuk Gunung Pancar (koordinat 6°35'29.30"S 106°54'43.27"E)
Tiketnya boleh dibilang cukup murah dimana 1 orang dikenakan Rp. 2.000,- dan untuk kendaraan roda 2 dikenakan Rp. 1.000,-. 
Saat kita memasuki gunung pancar seakan kita masuk ke Hutan Lindung yang tidak berpenghuni, tampak terlihat banyaknya pohon pinus yang begitu tingginya, semak belukar yang tumbuh dan teratur menambah kesan natural, belum lagi jalan setapak yang dapat dilalui kendaraan roda 4 yang ikut memfasilitasi para traveller yang berkunjung kesana. sepertinya lokasi ini memang cocok buat para pecinta alam. Dan ternyata buat para pecinta Sepeda ala Downhill maka Gunung Pancar adalah Surga buat mereka melatih skill bersepeda karena memang lokasinya yang sangat mendukung untuk hal tersebut.

Di kawasan Gunung Pancar juga tersedia pemandian air panas katanya dapat menyembuhkan penyakit, kebetulan kami hanya melewati daerah tersebut dan tidak sempat mengabadikannya karena kami lebih tertarik dengan nuansa alamnya yang benar-benar eksotis. 


Berikut video lengkapnya saat melakukan Jelajah Curug Luhur dan Gunung Pancar :

Semoga dilain kesempatan dapat melakukan turing di lokasi yang berbeda tentunya yang lebih beragam, sehingga kita dapat menyaksikan Kebesaran Sang MAHA KUASA.

Jelajah Curug Luhur & Gunung Pancar - Edisi 1

Semilir angin berhembus dan menerpa wajah kami saat riding menggunakan TVS Apache RTR 180 (PENAR) di pagi hari, dimana suasana jalan yang sepi membuat kami leluasa untuk menarik handle gas, sehingga angka speedometer cepat sekali beranjak naik, hal itu justru mengingatkan kami agar tidak loss control  sehingga kecepatan dibatasi maksimum  85 kpj, maklum tidak ada target untuk tiba di lokasi dengan cepat. Adapun rute yang kami lalui adalah sebagai berikut :


Saat riding mendadak ada wangsit yang datang kepada diri saya dan sepertinya wangsit ini tidak boleh ditolak dan perlu kiranya dilaksanakan dengan segera, kurang lebih 500 meter kami menemukan SPBU, di SPBU itulah akhirnya segera kami lakukan serah terima wangsit, lega rasanya setelah menunaikannya ha..ha..ha..ha.. , semoga pemilik SPBU ini mendapatkan pahala dari SANG MAHA KUASA karena telah membangun SPBU disana.

Destinasi Pertama : CURUG LUHUR (-6.658769, 106.705472)
Tak terasa akhirnya kami sampai juga ke kota Bogor, terlihat aktifitas warga yang sedang menjalankan kegiatannya masing-masing, saat itulah kami berhenti sejenak guna melihat rute jalan yang harus kami lalui untuk tiba disana dan kami juga memanfaatkan teknologi terkini, konon teknologi ini dapat memberitahukan rute dengan cepat boleh dikata singkat, adapun teknologi yang kami gunakan bukan GPS namun MPS (Mouth Positioning System) banyak tanya dan jangan pernah malu bertanya.

Akses jalan menuju kawasan Curug Luhur boleh dibilang bagus kira-kira 85% dan ada beberapa titik jalanan yang rusak sekitar 15 % , namun sepertinya Pemda setempat memperhatikan hal tersebut, terbukti saat kami pulang ada pekerjaan perbaikan jalan. Jalan yang dilalui hampir semuanya bentuk tanjakan yang tidak begitu ekstrim sehingga akan memudahkan para traveller untuk berkunjung kesana baik yang menggunakan roda dua maupun roda empat sekalipun.

Memasuki kawasan Curug Luhur kita akan disuguhi berbagai macam lukisan panorama alam yang indah, mengingat lokasinya berdekatan dengan Gunung Salak yang begitu terkenal, sehingga kamipun berhenti sejenak guna merekam Keindahan alam buatan SANG MAHA KUASA

Tidak beberapa lama akhirnya kami tiba di Curug Luhur (koordinat -6.658769, 106.705472),  segeralah kami parkir kendaraan dan membeli tiket masuk, well... lumayan juga harga tiketnya boleh dibilang cukup mahal dimana 1 orang dikenakan tiket masuk Rp. 40.000,- dan parkir kendaraan dikenakan Rp. 8.000,- untuk kendaraan roda 2.
Curug Luhur kalau diperhatikan bukan curug yang begitu besar seperti halnya curug di daerah Gunung Bunder, namun derasnya air terjun cukup membuat kita sedikit basah, enaknya adalah untuk mendatangi curug ini dari pintu masuk tidak begitu jauh.  
Ditengah alam yang begitu natural ternyata ada bentuk modernisasi didalamnya, sehingga membuat wajah curug ini begitu berwarna dan tampil beda dibanding curug lainnya, sehingga tiket masuk yang mahal menurut hemat saya masih tergolong wajar
Adanya fasilitas kolam berenang baik buat dewasa maupun anak-anak ikut menyumbangkan keriuhan di lokasi ini. Buat yang sudah memiliki keluarga sepertinya destinasi wisata ini layak menjadi pilihan. 

Setelah menjelajah curug kamipun beristirahat digubuk-gubuk yang menyediakan makanan cepat saji, mengingat dari pagi kami belum makan apapun, akhirnya kami memesan 2 buah Mie Instan, 2 buah teh manis, 3 kerupuk. Biayanya tidak begitu mahal dikisaran Rp.34.000,- Suasana disini kalau kami perhatikan memang cenderung sejuk apalagi saat kami telah menghabiskan makanan, seakan mata ini ingin terpejam walaupun hanya sekejap saja, namun karena masih ada destinasi wisata berikutnya mau tidak mau kami hilangkan rasa kantuk itu. Mengingat waktu yang masih cukup banyak untuk mengeksplor kawasan lainnya.