07 Januari 2015

Labirin 2015

Setiap tahun akan meninggalkan sebuah cerita
Baik tentang Suka maupun Duka didalamnya
Namun yang pasti dapat dirasakan oleh semuanya
Hikmah yang ada di setiap detik2x peristiwa

Mencemooh orang seakan menjadi sesuatu hal yang biasa
Merendahkan martabat tanpa peduli akan perasaannya
Tak mengerti setiap tutur katanya
Melukai atau Menyenangkan kalbunya

Semua sudah berubah dalam 1 masa
memutarbalikkan waktu begitu sulit untuk dicoba
Andai setiap insan kembali ke lingkaran labirin tanpa tersesat & terperdaya
Pasti mereka akan segera mengatur sebuah rencana tidak sia-sia

17 Desember 2014

FINALISASI RESTORASI SCOOTER


Harusnya artikel ini ditulis pada blog ini tahun lalu, namun artikel ini saya posting di thread Vespakuser Kaskus, agar informasinya lebih menyebar dan mungkin saja diperlukan buat para scooterist atau pengguna scooter yang ingin melakukan pengecatan vespanya ada baiknya artikel ini saya posting di blog ini juga dengan harapan dapat menjadi panduan buat yang ingin mempercantik vespanya.

Tipe scooter = PX 79
Warna original : Solid Blue (Biru Malam/Biru Tua)
Modifikasi coloring : Vivid Metallic Blue (biar gak ribet rubah warna di STNK & BPKB)
Lama Waktu Pengerjaan : 2 bulan ( terhitung 23 Februari hingga 23 April 2013)


Spakbor (Sebelum & Sesudah)


              
Tool Box (Sebelum & Sesudah)


  
Tangki bensin (Sebelum & Sesudah) 



Dek  (Sebelum & Sesudah)




Speedometer & Batok Vespa (Sebelum & Sesudah)



Tampak belakang (Sebelum & Sesudah)


Komstir dan Tool Box (Sebelum & Sesudah)


Tampak samping kanan (Sebelum & Sesudah)


Tampak samping kiri (Sebelum & Sesudah)



Tampak depan (Sebelum & Sesudah)



TOTAL BIAYA

A. Tahap ke 1
CAT + Kerok,Las,Ketok,Center Body = 1 Juta (Warna Vivid Metallic Blue)
Ganti kabel dalam + List body hitam plastik = 700 ribu

Total tahap 1 = 1.7 Juta

B. Tahap ke 2

  • 1 buah Hidung PX (DM) 35.000 
  • Tatakan Standar + Per Standar = 45.000 
  • Karet Laci BOX + Karet Tepong kiri & Kanan= 60.000 
  • Kabel Body PX=50.000 
  • Kabel Luar abu-abu=40.000 
  • Saklar Lampu + Saklar Sen=95.000 
  • Lampu Sen depan + Belakang Putih = 70.000 
  • Kabel Sen BOX=15.000 
  • List Deck komplit=85.000 
  • Lidah Tengah/Plastik (DM)=25.000 
  • Kaca Speedo meter+ps9=35.000 
  • Terminal Sen = 10.000 
  • Kabel Cuk=12.000 
  • Switch Rem=26.000 
  • Kabel Rem Belakang L/D=17.000 
  • Bohlam Besar Depan=10.000 
  • Tiang Plat Nomor Depan (DM)=25.000 
  • Tatakan plat nomor belakang=20.000 
  • Mika Lampu Stop =25.000 
  • Bemper Belakang (DM)=20.000 
  • Tulisan Piaggio dihidung=10.000 
  • Karet Selahan=10.000 
  • Karet Pedal Rem=10.000 
  • Karet Ban Putih=35.000 
  • 1 set lampu indikator stang=20.000


Total tahap 2 = 805 Ribu
Maka biaya yang harus dikeluarkan adalah sebesar :
Rp. 1.700.000,- + 805.000 = 2.505.000
di korting cuma 5 ribu (berhubung gak ada kembaliannya) ha..ha..ha..ha..


Artikel terkait :
1. Restorasi Scooter : dibakar, dikerok & diamplas

12 November 2014

Pemotor dilarang lewat !


Per Desember 2014 akan ada hal yang baru terkait mulai berlakunya larangan bagi pengendara motor yang tidak boleh lagi melewati jalan Thamrin, hal ini dilakukan Pemda setempat guna mencegah kemacetan. Banyak komentar yang bermunculan mengenai rencana ini terutama bagi mereka yang setiap harinya melalui jalur tersebut. 

Hal ini sudah lama menjadi sorotan publik , bahkan wacana ini sebenarnya sudah jauh-jauh hari didengungkan namun pelaksanaannya masih tarik ulur. Dan sepertinya mulai Desember hal ini akan diuji. Alasan yang mendasar diantaranya adalah :
  1. Meredam kemacetan 
  2. Mengurangi angka kecelakaan
  3. Pemanfaatan Bus sebagai alat Transportasi Umum
Dari alasan yang dikemukakan menurut hemat saya ada sisi positifnya, namun hal ini harusnya dikaji ulang kembali mengingat pangkal permasalahan kemacetan di DKI Jakarta bukan saja disebabkan dari banyaknya kendaraan bermotor, namun masalahnya lebih complicated diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Banyaknya kendaraan mobil yang melewati daerah sana, hingga saat ini jumlahnya selalu bertambah tiap tahunnya, belum lagi adanya mobil murah dan ditambah lagi mobil-mobil yang sudah uzur yang masih tetap beroperasi, tentunya bukan malah mengurangi justru menambah kemacetan yang terjadi, kenapa demikian walaupun masih diberlakukannya 3 in 1 tetap saja hal ini tidak berpengaruh secara signifikan.
  2. Kurang maksimalnya penggunaan jalur lambat harusnya jalur ini khusus diperuntukkan untuk Bus maupun Motor namun kenyataannya jalur ini sering menjadi langganan para pengendara mobil, seyogyanya mereka memanfaatkan jalur cepat yang memang sudah diperuntukkan untuk mereka.
  3. Seringnya daerah ini dijadikan tempat untuk para pendemo guna menyampaikan aspirasinya, tentunya hal ini menambah problem kemacetan.
  4. Hambatan sering kali ditimbulkan karena adanya proyek pekerjaan bangunan
  5. Daerah Thamrin adalah Pusatnya kegiatan bisnis, pemerintahan dll tentunya hal ini akan berdampak pada kemacetan terjadi. 
  6. dll...............

Permasalahan yang akan dihadapi saat berlakunya sistem ini tentu akan berdampak besar seperti :
  1. Berpindahnya titik kemacetan ke lokasi lain, karena bukan tidak mungkin mereka akan mencari jalur alternatif selain Thamrin.
  2. Tingkat keamanan dan kenyamanan menggunakan Transportasi Umum yang masih belum sepenuhnya memuaskan pengguna.
  3. Khusus buat yang dinas luar (kurir) yang selalu menggunakan motor tentunya hal ini akan menjadi kurang fleksibel karena akan menambah cost biaya pengeluaran dan waktu yang menjadi tidak efisien.
  4. Untuk pekerja yang bekerja di daerah sana, tentunya akan ikut terkena dampaknya yang semula menggunakan motor akan beralih menggunakan transportasi umum.
  5. Yang terakhir gak kalah serunya adalah penjualan motor akan menurun secara signifikan khusus di daerah jakarta karena orang akan malas membeli motor dan mereka akan beralih membeli mobil agar bisa melewati Thamrin wkwkwkwk..........

Kalau boleh jujur saya pribadi agak pesimis bahwa dengan tidak membolehkannya pemotor melewati jalur Thamrin dapat sebagai obat mujarab untuk menekan angka kemacetan. Kalau kita tidak menelusuri pangkal masalahnya terlebih dahulu, saya rasa nonsen kalau hal ini bisa berjalan dengan baik. IMHO


11 November 2014

Bahasa kok dimasalahin ?

Di media sosial saat ini lagi ramai membahas mengenai Presiden RI ke 7 yang sedang menghadiri Forum APEC 2014 yang ke 22 di Beijing Cina, maklum ini adalah pertama kalinya kunjungan Presiden ke tingkat Internasional setelah pelantikan beliau pada tanggal 20 Oktober 2014. 

Adapun yang menjadi topik perbincangan adalah saat Presiden RI berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Indonesia bukan Bahasa Inggris di forum Internasional yang dihadiri oleh para pemimpin negara. Padahal kalau dicermati, kenapa Presiden tidak menggunakan Bahasa Inggris, hal ini mengacu pada UU nomor 24 tahun 2009 pasal 28 yang isinya kurang lebih seperti ini :

"Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pidato resmi Presiden, Wakil Presiden, dan pejabat negara yang lain yang disampaikan di dalam atau di luar negeri "

Kalau kita perhatikan bahwa Presiden sudah mengikuti aturan konstitusi yang sudah ada, tentu hal ini tidak perlu dipermasalahkan, adapun bahasa adalah cara untuk bersosialisasi & berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya, sehingga diharapkan dengan komunikasi yang terjalin dengan baik dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.

14 Oktober 2014

Riding dengan TVS Apache RTR 180 (edisi Malam)

Sebenarnya sudah lama video ini dibuat dan di upload di Youtube pada tanggal 4 Maret 2014 , namun karena kelupaan menuangkannya di blog ini, kali ini saya coba posting lagi, video ini saat saya masih menggunakan Apache RTR 180 berikut videonya :